Anjungan Desa Adat Tista Rampung, Jadi Ikon Wisata Baru Busungbiu

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:28 WIB
ANJUNGAN DESA: Suasana pembukaan Anjungan Desa Adat Tista. Anjungan ini diharapkan menjadi salah satu destinasi baru di Kecamatan Busungbiu. (istimewa)
ANJUNGAN DESA: Suasana pembukaan Anjungan Desa Adat Tista. Anjungan ini diharapkan menjadi salah satu destinasi baru di Kecamatan Busungbiu. (istimewa)

 

BUSUNGBIU, RadarBuleleng.id – Komitmen warga perantau dalam membangun tanah kelahiran, berbuah manis. 

Anjungan Desa Adat Tista yang berlokasi di Desa Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, kini resmi rampung dan siap menjadi destinasi wisata serta ruang kreativitas baru masyarakat.

Terletak di perlintasan strategis jalur Pekutatan–Dapdap Putih–Pupuan, anjungan ini menyuguhkan lanskap perbukitan yang hijau, lembah asri, serta hamparan perkebunan yang memanjakan mata.

Ketua Pengurus Putra Desa Adat Tista, I Gede Supariatna, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik ini murni digerakkan oleh semangat menyama braya dan kepedulian para perantau.

"Membangun desa adat bukan hanya tugas prajuru, tetapi tanggung jawab seluruh krama. Putra Desa hadir membawa gagasan, tenaga, dan pemikiran untuk kemajuan bersama," ujar Gede Supariatna disela-sela peresmian, Sabtu (5/9/2026).

Tak sekadar merampungkan fisik anjungan, kelompok Putra Desa Adat Tista juga langsung menggebrak lewat aksi lingkungan dengan menanam 1.000 pohon cemara lilin secara bertahap di sepanjang koridor jalan desa.

Penasehat Putra Desa Adat Tista, Komang Edyanto, menyebut gerakan penghijauan ini dirancang untuk memperkuat estetika kawasan Busungbiu bagian atas.

"Penanaman cemara lilin ini kita jadikan ikon wajah Desa Tista. Potensi alam dan budaya Busungbiu atas sangat besar, tinggal bagaimana kita mengemasnya agar memberi dampak ekonomi bagi warga lokal," jelas pria yang akrab disapa Mang Galung itu.

Sementara itu Bendesa Adat Tista, Jro Kadek Asoi, mengapresiasi kontribusi nyata para perantau. Menurutnya, anjungan ini akan menjadi pintu masuk integrasi wisata di kawasan lima desa adat sekitar, mulai dari wisata spiritual penglukatan di Beji hingga jalur tracking.

Apresiasi senada disampaikan Perbekel Dapdap Putih, I Gede Marjaya. Ia menilai kolaborasi Putra Desa Adat Tista patut menjadi role model bagi desa-desa lain di Buleleng.

"Sinergi ini menjadi contoh nyata bagaimana generasi penerus di perantauan tetap ingat dan aktif memberdayakan potensi tanah lahirnya," kata Marjaya.

Ke depan, Anjungan Desa Adat Tista diproyeksikan menjadi pusat rest area, pemasaran produk UMKM lokal, serta panggung pertunjukan seni budaya masyarakat setempat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Buleleng Hari Ini Desa Adat Tista busungbiu wisata buleleng buleleng