Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Harga LPG 3 Kilogram Tembus Rp 40 Ribu. Pemerintah Klaim Distribusi Aman

Marsellus Pampur • Minggu, 2 Juni 2024 | 19:06 WIB

 

KOSONG: Salah seorang karyawan mengatur tabung gas LPG 3 kilogram yang kosong.
KOSONG: Salah seorang karyawan mengatur tabung gas LPG 3 kilogram yang kosong.

RadarBuleleng.id - Kelangkaan LPG 3 kilogram di Bali masih terus terjadi. Kendati pemerintah mengklaim proses distribusi mulai berjalan normal.

Akibat kelangkaan tersebut, harga LPG 3 kg di Bali melonjak tajam. Bahkan di tingkat pengecer harganya tembus 2 kali lipat.

Fenomena tersebut terjadi di kawasan Denpasar dan Badung. Hingga akhir pekan ini, pasokan LPG 3 kg masih langka di sejumlah titik.

Salah seorang warga menyebut kini LPG benar-benar langka di tingkat pengecer. Kalau toh tersedia, harganya melambung tinggi.

“Di sini normalnya Rp 23 ribu atau Rp 24 ribu. Tapi beberapa hari lalu saya beli tembus Rp 40 ribu,” ungkap salah seorang warga yang tinggal di kawasan Kuta Utara, Badung.

Baca Juga: Gas LPG 3 Kilogram Langka di Bali, Pemprov Akan Atur Ulang Distribusi

Tak hanya itu, pembelian juga dibatasi. Apabila masih stok LPG 3 kg masih tersisa, warung-warung kelontong hanya memberikan jatah 1 tabung saja.

“Kalau misalnya di rumah pakai 2 tabung, ya harus keliling cari ganti yang lagi 1 tabung,” ujar warga tersebut.

Pemerintah mengklaim saat ini distribusi LPG 3 kg di Bali mulai normal kembali. Pemerintah telah mengatur ulang pola distribusi LPG bersubsidi itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta mengatakan, sejak mengetahui adanya kelangkaan gas , pihaknya langsung menurunkan tim ke lapangan.

Baca Juga: LPG 3 Kilogram Langka di Bali, Harga Tembus Rp 30 Ribu per Tabung

Menurutnya ada dua penyebab terjadinya kelangkaan gas subsidi. Pertama, ada hari libur keagamaan dan tanggal merah beberapa waktu belakangan. Sehingga suplai ke agen menjadi terbatas. 

"Mereka tidak maksimal kerjanya sehingga suplai terbatas,” ujarnya.

Faktor kedua, sejumlah agen tidak mengambil kuota maksimal. Dampaknya, kuota yang sampai ke masyarakat juga terbatas.

“Misalnya kuota 100, tapi hanya diambil 60," katanya kepada Jawa Pos Radar Bali. 

Jarta mengungkapkan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan apakah memang ada pengurangan kuota atau tidak.

Dia juga menjelaskan, bahwa kebutuhan dan permintaan tinggi juga datang dari usaha UMKM. Sehingga hal itu bisa mengurangi kuota yang ada. 

"Tim kami sudah turun dari Senin kemarin. Semua terdistribusi semua dari agen. Artinya sudah mengalir," tambahnya.

Lebih lanjut Jarta mengungkapkan, pihaknya menyarankan agar masyarakat yang kondisi ekonominya lebih baik, mulai beralih menggunakan gas non subsidi.

Ia menjamin pasokan gas non subsidi dalam kondisi aman, tidak ada masalah. “Kelangkaan hanya untuk yang subsidi. Kalau yang non subsidi masih stabil," tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #tabung gas #lpg #lpg 3 kg #gas #harga