RadarBuleleng.id - Remaja yang sedang dimabuk asmara harus tahu. Jangan sekali-sekali memberikan password media sosial kepada pacar.
Memberikan password media sosial kepada pacar, rentan memicu praktik pembobolan akun. Baik itu akun media sosial maupun akun bank lewat layanan mobile banking.
Untuk itu para remaja jangan mengumbar password kepada pasangan atau kekasih. Apalagi pihak lain yang tidak memiliki kedekatan hubungan.
Hal itu terungkap dalam kuliah umum kuliah umum bertema "Be Relevant in the Midst of Technology Disruption & Social Changes" di Gedung Widya Sabha, Universitas Udayana, kemarin (3/6/2024).
Kuliah umum itu menghadirkan Direktur PT. Bank Central Asia, Tbk (BCA), Santoso sebagai pembicara tunggal.
Agenda kuliah umum itu sengaja digelar sebagai bagian dari BCA Berbagi Ilmu. Lewat kuliah umum itu, generasi muda diajak meningkatkan kualitas diri untuk menghadapi puncak bonus demografi pada tahun 2030 mendatang.
Baca Juga: Bank Sampah Kaliber: Mengubah Sampah Menjadi Harta Sambil Memberdayakan Masyarakat
Menurut Santoso, saat ini perkembangan sistem digital pada dunia perbankan begitu cepat. Orang akan dengan mudah membuat rekening maupun akun bank secara online.
Namun dibalik kelebihan itu, peluang kejahatan melalui media digital juga semakin besar. Contohnya praktik pencurian data maupun pengambil alihan akun bank.
Praktik pengambil alihan akun bisa saja terjadi, apabila penjahat mengetahui akun media sosial nasabah.
Baca Juga: Sukses Matematika Metode Gasing di Buleleng: Bank Dunia Ikut Penasaran, Apa Rahasianya?
Untuk itu, Santoso meminta agar para mahasiswa tidak memberikan password atau akun media sosial pribadi ke orang lain, termasuk ke kekasih.
"Ini adalah pengalaman kami dan ada dampak positif dan negatif dan menjadi tantangan tersendiri," kata Santoso.
Selain memberikan tips-tips menjaga keamanan akun nasabah, Santoso juga mengajak mahasiswa memahami peran teknologi mengubah aspek kehidupan dan interaksi.
Santoso juga menekankan pentingnya soft skills seperti kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan berpikir kritis dalam menghadapi perubahan yang cepat.
"Teknologi bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk menjadi mitra dalam memperluas kemampuan," sambungnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya