Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Miskin Ekstrem Dapat Pelatihan Anyaman Bambu. Diharapkan Jadi Skill Meningkatkan Perekonomian Keluarga

Eka Prasetya • Kamis, 4 Juli 2024 | 23:34 WIB

 

MENGANYAM: Warga berlatih membuat tudung saji di PLUT Buleleng.
MENGANYAM: Warga berlatih membuat tudung saji di PLUT Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng memberikan pelatihan anyaman bambu kepada warga yang masuk kategori miskin ekstrem di Kabupaten Buleleng.

Pelatihan menganyam bambu itu digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Buleleng. Pelatihan telah berlangsung sejak Selasa (2/7/2024) hingga Kamis (4/7/2024).

Tercatat ada 25 keluarga yang ikut ambil bagian. Mereka merupakan warga miskin berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Dalam pelatihan  tersebut, warga belajar membuat tudung berbahan anyaman bambu. Pemerintah juga berjanji memfasilitasi penjualan produk mereka.

Baca Juga: Bawaslu Buleleng Turun Tangan Beri Pelatihan Pengawasan pada Saksi Parpol

Program pelatihan itu difasilitasi Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop UKM) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik pemerintah pusat. 

Kepala Disdagperinkop UKM Dewa Made Sudiarta mengatakan, pelatihan anyaman bambu dikhususkan untuk keluarga miskin ekstrem. 

Program ini menyasar warga di desa-desa penghasil sentra anyaman bambu. Seperti Desa Tigawasa, Sidatapa, dan Kaliasem di Kecamatan Banjar, Buleleng.

“Program sasaran khusus masyarakat miskin ekstrem ini untuk peserta diambil dari data P3KE, jadi benar-benar mereka yang tidak mampu diberi pelatihan. Harapannya dengan keterampilan yang dimiliki kedepannya bisa menambah penghasilan keluarga,” kata Sudiarta.

Baca Juga: Dinas Perdagangan Buleleng Siapkan Pelatihan Wirausaha Bagi Pemula

Menurut Sudiarta pada tahap awal, mereka dilatih membuat tudung saji. Pertimbangannya, produk tersebut ramai peminat.

Peminatnya bukan hanya dari masyarakat umum, tetapi juga untuk memenuhi permintaan villa dan hotel. 

“Kami sudah menjalin kerjasama juga dengan pelaku bisnis di Bangli yang siap menyerap produk kerajinan. Nah ketika ada order banyak, kami siapkan tempat untuk menampung produk di PLUT,” imbuh Sudiarta.

Lewat pelatihan tersebut, pemerintah berharap warga yang masuk kategori miskin ekstrem bisa meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga mereka.

Sementara itu untuk program pelatihan yang bersumber dari DAK Non Fisik tahun ini Kabupaten Buleleng mendapatkan kuota 7 paket dengan total anggaran Rp 1,07 miliar.

Sebanyak 4 paket diantaranya untuk pelatihan UMKM dan 3 paket sisanya untuk pelatihan dan pengembangan koperasi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kemiskinan ekstrem #anyaman bambu #miskin #buleleng