Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bukan Hanya Mengemplang Pajak, Hotel Bintang Empat di Buleleng Diduga Manipulasi Harga Kamar

Eka Prasetya • Senin, 4 November 2024 | 23:00 WIB

 

TUTUP: Kondisi di Hotel Spa Village  Resort, Buleleng. Hotel tersebut kini tutup. Muncul dugaan hotel menolak kewajiban membayar pajak, hingga manipulasi harga kamar.
TUTUP: Kondisi di Hotel Spa Village Resort, Buleleng. Hotel tersebut kini tutup. Muncul dugaan hotel menolak kewajiban membayar pajak, hingga manipulasi harga kamar.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Fakta baru terus bermunculan terkait bangkrutnya Hotel Spa Village Resort di Desa Tembok, Buleleng.

Hotel itu terindikasi mengemplang pajak atau menghindari kewajiban membayar pajak kepada negara senilai Rp 10 miliar. 

Selain itu, hotel juga belum menyelesaikan kewajiban pajak senilai Rp 280 juta kepada Pemkab Buleleng.

Terbaru, ada informasi bahwa pihak hotel diduga melakukan manipulasi harga. Harga yang tercantum di aplikasi, berbeda dengan harga yang tercantum dalam pembukuan.

Salah seorang informan menyebut bahwa ada dua harga yang berbeda. Yakni harga yang dipublikasikan serta harga yang ada dalam buku.

Untuk kamar dengan kualitas standar, dijual seharga Rp 4 juta per malam. Namun kamar-kamar tersebut hanya tercatat dengan harga Rp 625 ribu per malam.

Sementara untuk kamar dengan standar private villa, dijual seharga Rp 9 juta per malam. Namun di pembukuan tercatat Rp 925 ribu.

“Tamu menginap semalam, bayarnya 4 juta. Tapi dalam pembukuan hanya tercatat Rp 625 ribu,” ujarnya.

Perbedaan harga itu memicu pejabat pajak masuk melakukan pemeriksaan pada periode tahun 2018 hingga tahun 2019 silam. Setelah dilakukan pemeriksaan, kuat dugaan ada manipulasi pembukuan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak pajak menemukan ada potensi kehilangan pendapatan negara sebanyak Rp 10 miliar. Sehingga hotel tersebut menjadi bidikan pajak.

Ketua Serikat Pekerja Pariwisata Spa Village Resort, Jro Mangku Gede Pasek saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, mengaku masalah tersebut sempat mencuat.

Hanya saja, Pasek mengaku tidak tahu secara pasti hal tersebut. Karena menjadi ranah pihak manajemen.

“Memang dulu pernah ada yang menanyakan hal itu. Tapi kami juga kurang tahu kepastiannya seperti apa,” kata Pasek.

Asal tahu saja, Hotel Spa Village Resort di Desa Tembok mendadak tutup pada 1 Oktober lalu. Hotel bintang empat di Kecamatan Tejakula itu tiba-tiba menghentikan seluruh operasionalnya.

Tadinya hotel masih beroperasi seperti biasa pada Minggu (29/9/2024). Namun pada Senin (30/9/2024), tamu yang menginap dipindahkan ke hotel lain. Kemudian pada Senin (1/10/2024) seluruh aktivitas dihentikan.

Manajemen hotel juga mendadak menghilang. Konon pihak manajemen berada di Malaysia. Namun tidak bisa dihubungi.

Pemerintah berusaha menuntaskan masalah itu, terutama dari sisi tenaga kerja. Namun upaya mediasi yang dilakukan Disnaker Buleleng tidak membuahkan hasil. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hotel #bangkrut #buleleng