Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Harga Kopi Robusta Kian Menjanjikan. Petani di Tabanan Berhasil Raup Cuan

Juliadi Radar Bali • Rabu, 29 Januari 2025 | 17:19 WIB

 

CUAN MELIMPAH: Petani kopi di Desa Pujungan menunjukkan tanaman kopi di kebun miliknya.
CUAN MELIMPAH: Petani kopi di Desa Pujungan menunjukkan tanaman kopi di kebun miliknya.

RadarBuleleng.id - Harga komoditas kopi robusta kini semakin menjanjikan. Para petani kopi di Tabanan bahkan mampu meraup cuan yang menjanjikan.

Seperti di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan. Harga kopi di tangan petani bisa menembus harga Rp 70 ribu per kilogram.

Salah seorang petani, I Gede Rimayasa menyebut, permintaan kopi robusta sangat tinggi. Petani bahkan kewalahan memenuhi permintaan pasar.

"Memang petani disini sempat stok kopi waktu panen di bulan Juli sampai September tahun lalu. Tapi jumlahnya sangat terbatas,” ungkapnya.

Rata-rata kopi robusta yang dipanen petani disalurkan ke sejumlah hotel dan akomodasi pariwisata di Bali. 

Banyak pula yang meminta agar dikirim ke luar Bali. Masalahnya, untuk memenuhi kebutuhan lokal Bali saja, petani sudah kewalahan.

Baca Juga: Karena Cuaca Mendukung, Produksi Kopi Robusta Petani di Tabanan Bali Meningkat

Menurut Rimayasa, harga kopi saat ini sangat menjanjikan. Sebab pada pandemi covid-19 lalu, harga kopi anjlok.

"Mudah-mudahan saja harganya tetap stabil sampai nanti di musim panen,” harapnya.

Hal serupa diungkapkan Dewa Made Darsana, petani kopi asal Desa Pupuan. Ia menyebut petani tidak bisa memenuhi kebutuhan. 

"Harga kopi bagus, tapi stok kopi terbatas di petani," ungkapnya. 

Petani sebenarnya sudah berupaya menjaga stok. Hanya saja, stok di gudang tidak banyak. Sehingga kini stok sudah habis. Hanya tersisa untuk konsumsi pribadi.

"Sekarang ini untuk pemenuhan kebutuhan pasar. Petani lokal di Pupuan menjual kopinya hasil panen pada tahun 2024 yang sempat mereka simpan," tegasnya. 

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Tabanan, Shintha Oktaviani mengatakan harga kopi yang tinggi diikuti adalah bukti keberpihakan pada petani. 

Khusus di Tabanan, luas lahan perkebunan kopi mencapai 9.584,87 hektar. Produksi kopi bisa menyentuh angka 5.589,12 ton.

"Pertanian kopi ini terbesar berada di daerah Pupuan dan Selemadeg Barat," ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#panen #cuan #petani #tabanan #kopi robusta #kop