Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Duh, KSU Dana Mandiri Terancam Kolaps. Ada Semeton Buleleng yang jadi Korban

Andre Sulla • Minggu, 2 Februari 2025 | 23:35 WIB

 

MINTA KEJELASAN: Nasabah KSU Dana Mandiri mendatangi kantor koperasi. Mereka meminta kejelasan soal pengembalian dana nasabah.
MINTA KEJELASAN: Nasabah KSU Dana Mandiri mendatangi kantor koperasi. Mereka meminta kejelasan soal pengembalian dana nasabah.

RadarBuleleng.id -  Koperasi Serba Usaha (KSU) Dana Mandiri yang berlokasi di Jalan Raya Sakah, Gianyar, terancam kolaps. Dampaknya para nasabah terancam tidak bisa mencairkan dana yang nilainya mencapai puluhan miliar.

Para nasabah itu pun menggeruduk kantor koperasi pada Sabtu (1/2/2025). Mereka berharap mendapat kejelasan terkait pengembalian dana nasabah.

Mereka juga mempertanyakan karena aplikasi koperasi mendadak tidak bisa diakses. Sehingga mereka khawatir dengan dana simpanan.

Salah seorang nasabah asal Buleleng, Ketut Sedana menyebut, nasabah di KSU Dana Mandiri cukup banyak. Ada lebih dari 3.000 orang nasabah yang tinggal di Bali maupun di luar Bali.

Pihak koperasi menjanjikan bunga yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bunga rata-rata yang diberikan oleh bank.

Para nasabah percaya dengan koperasi tersebut karena administrasi sangat tertata. Koperasi bahkan memiliki aplikasi yang bisa diakses secara real-time

Namun dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi tersebut mendadak di-take down sehingga tidak bisa diakses anggota.

Dampaknya, uang sebanyak Rp 200 juta yang ia tempatkan di koperasi, kini tidak jelas juntrungnya.

Nasabah lain, I Gede Astawa mengaku para nasabah hanya berharap agar modal pokok saja yang dikembalikan oleh koperasi. Nasabah tidak menuntut bunga atau imbal hasil lain.

"Kami meminta agar uang modal penyertaan saja yang dikembalikan tidak masalah. Intinya uang kembali," ungkapnya.

Ketua Koperasi KSU Dana Mandiri, I Wayan Sudarma di hadapan para nasabah mengaku akan berupaya mengembalikan dana nasabah. Sayangnya dia tidak bisa menjelaskan secara detail soal bagaimana cara mengembalikan dana nasabah.

Dia menyebut koperasi kini dalam kondisi sulit. Dia bahkan sudah tidak bisa membayar pengurus dan tenaga administrasi.

Ia menyebut koperasi memiliki aset tanah yang bisa dijual. Rencananya aset tersebut akan dijual untuk restrukturisasi dana nasabah.

Namun penjelasan dari Sudarma langsung dibantah nasabah. Karena penelusuran nasabah, aset-aset tersebut sudah ada yang berpindah tangan. Bahkan sudah banyak yang dilelang.

Nasabah pun berharap agar pengelola koperasi benar-benar menuntaskan kewajiban mereka terhadap nasabah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#koperasi #KSU #nasabah #buleleng