Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sempat Dapat Penolakan dari DPRD, Pemkab Buleleng Tetap Lanjutkan Rencana Penyertaan Modal ke BPD Bali

Eka Prasetya • Rabu, 19 Maret 2025 | 15:08 WIB

 

BUMD: Gedung BPD Bali di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar.
BUMD: Gedung BPD Bali di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng tetap ngotot melanjutkan rencana penyertaan modal atau investasi ke BPD Bali.

Alasannya, dana untuk investasi tersebut sudah dianggarkan. Hanya tinggal menunggu ketok palu Perda saja.

Padahal rencana investasi tersebut sempat mendapat penolakan dari salah satu anggota DPRD Buleleng.

Tahun ini, Pemkab Buleleng memang berencana berinvestasi ke BPD Bali. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebanyak Rp 30 miliar.

Namun dana tersebut belum disetorkan ke BPD Bali. Sebab pemerintah masih menunggu pembahasan Rancangan Perda Penyertaan Modal yang dibahas oleh DPRD Buleleng.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, rencana investasi ke BPD Bali sudah masuk dalam APBD Buleleng Tahun Anggaran 2025. 

Ia menyebut anggota DPRD Buleleng juga sudah mengetahui hal tersebut. Karena sudah dibahas dalam rapat penyusunan APBD tahun lalu.

“Sudah lewat proses pembahasan APBD dengan DPRD. Itu sudah masuk,” kata Supriatna.

Menurutnya, Pemkab Buleleng bukan hanya berinvestasi kepada BPD Bali saja. Tapi juga berinvestasi kepada BPR Buleleng 45. 

Khusus untuk nilai investasi yang dikucurkan untuk BPR Buleleng 45, pemerintah menyiapkan sebanyak Rp 7 miliar.

Supriatna menyatakan, pemerintah akan tetap melakukan investasi ke BPD Bali. Alasannya BUMD tersebut banyak memberikan kontribusi bagi daerah.

“Baik itu kontribusi lewat dividen. Maupun lewat anggaran lain, entah itu CSR dan lainnya. Sehingga berdampak untuk ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia yakin dengan tambahan penyertaan modal ke BPD Bali, perekonomian di Buleleng akan semakin meningkat.

Sebelumnya, anggota DPRD Buleleng, Dewa Komang Yudi Astara menolak rencana pemerintah berinvestasi ke BPD Bali.

Menurut Dewa Yudi, kondisi anggaran Pemkab Buleleng tahun ini kurang ideal. Sehingga, rencana investasi ke BPD Bali sebaiknya dikaji ulang.

Yudi menyebut pemerintah saat ini lebih memerlukan anggaran untuk perbaikan infrastruktur, ketimbang melakukan investasi.

Ia menyarankan agar pemerintah melakukan investasi jangka menengah ke BPD Bali untuk periode tahun 2026-2030 mendatang.

Hal itu dinilai lebih efektif ketimbang melakukan investasi jangka pendek dengan nilai yang besar. Apalagi investasi jangka menengah juga sempat dilakukan pada tahun 2019-2023 lalu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dprd buleleng #Gede Supriatna #perda #dprd #dividen #investasi #penyertaan modal #csr #pemkab buleleng #apbd #buleleng #BPD Bali