RadarBuleleng.id - Pulau Bali tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga menyimpan potensi besar dalam pengembangan industri obat tradisional seperti minyak gosok dan jamu herbal.
Kaya akan tanaman herbal dan budaya pengobatan tradisional, Bali dinilai mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Pandangan ini disampaikan langsung oleh akademisi sekaligus praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali.
“Bali punya banyak produk minyak tradisional. Ada Pak Oles, ada Sanga Sanga. Keunggulan Bali adalah kedekatannya dengan Australia dan statusnya sebagai tujuan wisata dunia, sehingga promosi produk herbal menjadi lebih mudah,” ujar guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.
Rhenald menambahkan, potensi Bali bukan hanya pada sumber daya alamnya, tetapi juga pada kekuatan narasi dan daya tarik budaya yang mendukung pemasaran produk herbal.
Sementara itu, Pakar Bisnis Nasional Tom MC Ifle menilai lonjakan permintaan terhadap produk herbal terjadi sejak masa pandemi Covid-19.
Saat itu, masyarakat mulai menghindari obat-obatan kimia dan beralih ke pengobatan alternatif yang dinilai lebih alami dan aman.
“Pandemi membuat banyak orang sadar pentingnya menjaga kesehatan dengan cara yang lebih alami. Obat herbal seperti minyak gosok dan jamu tradisional jadi pilihan utama,” ungkapnya.
Tom juga mencatat tren positif dari kalangan generasi muda terhadap produk herbal kekinian. Menurutnya, anak-anak muda kini tak segan mencoba jamu dan minyak gosok, terutama jika dikemas dengan gaya modern.
“Produk Sangat Sanga misalnya, kini sudah mulai menyasar segmen anak muda dengan tampilan dan aroma yang lebih segar. Ini langkah bagus agar produk herbal tidak lagi dianggap kuno,” tegasnya.
Dia meyakini kombinasi potensi alam, budaya, dan kreativitas industri lokal, Bali diyakini bisa menjadi salah satu pusat industri herbal terkemuka di Indonesia dan Asia. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya