RadarBuleleng.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan sapi Bali dari luar provinsi melonjak tajam hingga 40 persen.
Lonjakan ini turut mendorong harga jual sapi di tingkat peternak dan saudagar, yang kini merangkak naik seiring tingginya permintaan.
Permintaan tertinggi datang dari sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Dari Kabupaten Jembrana saja, dua pekan terakhir tercatat peningkatan permintaan yang signifikan.
“Kalau hari biasa pengiriman sapi hanya belasan truk per bulan, sekarang bisa sampai 30 truk khusus untuk kebutuhan kurban,” ungkap Agung Setiawan, pengelola usaha sapi Bali di Kecamatan Melaya.
Kenaikan permintaan otomatis mendongkrak harga. Kini, harga jual mencapai Rp 45.300 hingga Rp 45.500 per kilogram.
Baca Juga: Curi Daging Sapi di Hotel Bulgari, Pria dari Buleleng Ditangkap Polisi
Tak hanya soal harga, sapi-sapi yang akan dikirim ke luar Bali juga mendapat perhatian khusus dalam hal kesehatan.
Mulai dari masa karantina selama 14 hari, pemberian vitamin, vaksin, hingga penyemprotan desinfektan dilakukan secara ketat.
Setiap sapi yang akan diberangkatkan juga diambil sampel darahnya untuk pemeriksaan laboratorium. Setelah dinyatakan sehat, barulah diterbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas terkait sebelum sapi dikirim ke luar daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya menegaskan, pemerintah melakukan pemeriksaan ketat lewat Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner.
Hal tersebut dilakukan guna memastikan seluruh hewan kurban, baik yang dipotong di Bali maupun dikirim ke luar daerah, dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
“Pemerintah hadir untuk menjamin daging yang dikonsumsi masyarakat berasal dari hewan yang sehat. Tidak hanya yang dikirim ke luar Bali, tetapi juga yang dijual untuk kebutuhan kurban lokal,” jelasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya