RadarBuleleng.id - Bisnis penyewaan pakaian adat Bali bisa menjadi pendapatan yang menjanjikan. Apalagi bila dibuka di objek wisata.
Seperti yang dilakukan pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Bedugul. Mereka menghadirkan layanan penyewaan pakaian adat Bali. Jasa tersebut sangat diminati oleh wisatawan mancanegara.
Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata mengatakan, jasa sewa pakaian adat ini bertujuan untuk memberikan pengalaman budaya yang lebih mendalam kepada pengunjung.
“Kami sediakan jasa itu untuk menambah kesan berlibur yang tak terlupakan,” ujarnya.
Menariknya, jasa sewa ini justru paling banyak diminati wisatawan asing, khususnya dari negara-negara Eropa seperti Jerman, Italia, dan Belanda.
Mereka kerap menyewa pakaian adat Bali untuk berfoto di spot ikonik seperti pinggir Danau Beratan atau di depan Pura Ulun Danu yang memesona.
Setiap hari, rata-rata ada 10 hingga 20 wisatawan yang menggunakan jasa ini. Saat akhir pekan atau cuaca cerah, jumlah penyewa bisa melonjak hingga 30 orang per hari.
“Kalau cuaca mendukung, bisa sangat ramai. Tantangan utama memang saat hujan,” jelas Sukarata.
Kini tersedia tiga jenis pakaian adat yang bisa dipilih. Yakni pakaian adat untuk ke pura, payas agung (busana adat formal Bali), dan kostum tari tradisional.
Tarif sewanya bervariasi, mulai dari Rp 90 ribu untuk pakaian ke pura hingga Rp 250 ribu untuk payas agung yang lebih mewah dan lengkap.
Layanan ini bisa diakses langsung di salah satu sudut area wisata. Ada dua orang petugas yang siap membantu wisatawan memilih dan mengenakan pakaian adat.
Untuk urusan dokumentasi, pengunjung bebas memilih. Sebagian besar menggunakan kamera pribadi, namun juga tersedia fotografer amatir di lokasi yang menawarkan jasa foto berbayar secara terpisah dari penyewaan pakaian.
“Biasanya fotografer menjual file hasil fotonya. Jadi antara sewa pakaian dan foto itu terpisah,” imbuh Sukarata.
Jasa penyewaan pakaian adat ini telah berjalan hampir dua tahun dan terus mendapat respons positif dari wisatawan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya