Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Supriatna Janji Siapkan Galeri Pameran UMKM di Kota Singaraja

Eka Prasetya • Kamis, 7 Agustus 2025 | 01:25 WIB

 

BERDAYAKAN UMKM: Suasana pameran produk UMKM pada perayaan HUT UMKM Aluh Buleleng.
BERDAYAKAN UMKM: Suasana pameran produk UMKM pada perayaan HUT UMKM Aluh Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna berjanji akan menyiapkan galeri pameran UMKM di Kota Singaraja.

Sehingga para pelaku UMKM di Buleleng bisa memanfaatkan galeri tersebut untuk memamerkan produk-produk mereka.

Hal itu diungkapkan Supriatna saat menghadiri HUT Suka Duka UMKM Aluh Buleleng di Desa Panji, pada Rabu (6/8/2025) pagi.

Dalam sambutannya Supriatna menyatakan UMKM terbukti menjadi sektor yang tangguh terhadap guncangan ekonomi. Saat terjadi guncangan ekonomi pada pandemi covid-19, UMKM tetap bertahan.

Bahkan pasca pandemi, sektor UMKM menjadi salah satu motor penggerak perekonomian di Kabupaten Buleleng.

“UMKM terbukti mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi dan menjadi lokomotif pertumbuhan baru. Kami terus dorong integrasi dengan sektor pertanian dan pariwisata sebagai pilar pemulihan ekonomi di Buleleng,” tegas Supriatna.

Pria yang akrab disapa Supit itu menyatakan Pemkab Buleleng terus memperluas ruang partisipasi bagi pelaku UMKM. Mulai dari keterlibatan dalam car free day hingga festival-festival daerah. 

Upaya tersebut tidak hanya membuka akses pemasaran, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Supit juga mengklaim pemerintah tengah menyiapkan galeri permanen di Kota Singaraja. Galeri itu akan difungsikan sebagai etalase bergilir produk UMKM sekaligus menjadi pusat inovasi dan kreativitas pelaku usaha lokal.

“Kami ingin produk UMKM tidak sekadar dipajang, tapi bisa terus berinovasi dan menjadi ruang kreatif bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Suka Duka UMKM Aluh, Nyoman Suryanta mengatakan, selama tiga tahun belakangan komunitas terus menggenjot anggotanya mengantongi legalitas usaha.

Kini, sebanyak 40 anggota telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Dokumen itu menjadi modal utama pengembangan usaha.

“Fokus kami adalah mengangkat produk berbasis kearifan lokal, mulai dari kuliner tradisional seperti jaje laklak dan sate plecing, hingga kerajinan kayu dan tenun endek Buleleng,” ujar Suryanta.

Suryanta menambahkan, UMKM Aluh siap berkolaborasi dengan program Pemkab, khususnya dalam pengelolaan galeri UMKM. 

Melalui sistem pameran bergilir, setiap pelaku usaha akan mendapat giliran menampilkan produk unggulan mereka.

“Skema ini tidak hanya memperluas pasar, tapi juga membuka peluang kolaborasi di kalangan pelaku UMKM,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#COVID-19 #Gede Supriatna #usaha #NIB #umkm #komunitas #suka duka #pameran #Supit #car free day #kuliner #galeri #pandemi #buleleng #ekonomi #wakil bupati #Pasca Pandemi