RadarBuleleng.id - Industri kripto di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.
Tokocrypto, salah satu pelopor exchange kripto di Indonesia, mencatat volume transaksi lebih dari Rp 66,20 triliun pada semester I 2025 dengan basis pengguna yang sudah menembus 4,5 juta orang.
Meski jumlah pengguna terus meningkat, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati. Ia menekankan pentingnya edukasi sebelum berinvestasi agar tidak salah langkah.
“Data internal menunjukkan 68,93 persen pengguna berasal dari Jawa, diikuti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua yang mulai menunjukkan minat,” ujarnya di Coinfest Asia belum lama ini.
Calvin menambahkan, edukasi di tingkat akar rumput sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman.
Baca Juga: Waduh! Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Bodong Merebak, Warga Diminta Waspada
Tanpa pemahaman yang benar, masyarakat bisa terjebak pada investasi bodong yang mengatasnamakan kripto.
“Literasi terhadap kripto sangat penting sebagai fondasi dasar. Tanpa pemahaman yang benar, masyarakat bisa salah langkah. Sekarang ini banyak yang mengklaim kripto, padahal itu investasi bodong,” tegasnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga turut mendorong edukasi agar masyarakat tidak terjebak berinvestasi karena sekadar ikut-ikutan.
“Harapan kami agar masyarakat makin paham dulu, jangan sekadar FOMO lalu tercebur,” kata Calvin.
Selain berhasil meraih profitabilitas, Tokocrypto kini juga telah mengantongi lisensi penuh sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang diawasi OJK.
Status ini menjadikan Tokocrypto sebagai perusahaan kripto dengan standar tata kelola berkelanjutan.
Sejak 2024, Tokocrypto menggelar 134 acara edukasi di 20 kota yang diikuti 202 ribu peserta, atau meningkat tujuh kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Hingga pertengahan 2025, inisiatif tersebut telah menjangkau 40 kota tambahan dengan 98 ribu peserta baru.
“Dengan dukungan penuh dari Binance, baik dalam bentuk pengetahuan, teknologi, maupun jaringan global, Tokocrypto berkomitmen menghadirkan layanan terbaik bagi pengguna dan komunitas,” demikian Calvin. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya