RadarBuleleng.id - Taman Budaya (Art Centre) Denpasar tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi.
Melalui Pameran IKM Bali Bangkit, ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal memamerkan produk unggulannya.
Meski sekilas tampak sepi pengunjung, omzet pameran ini justru mencatat angka yang relatif tinggi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menyebutkan perputaran transaksi mencapai Rp 30 juta per hari.
“Perhiasan dan fashion paling banyak diminati pengunjung. Produk ini yang mendongkrak rata-rata omzet harian,” ujarnya.
Hingga kini, tercatat 132 pengusaha terlibat dalam pameran yang diagendakan berlangsung rutin hingga tahun 2030 mendatang.
Namun karena keterbatasan ruang, tidak semua pelaku IKM bisa serta-merta berjualan di Art Centre.
Disperindag menerapkan sistem kurasi sekaligus evaluasi setiap tiga bulan, agar para pelaku IKM bisa bergilir.
“Kami lakukan evaluasi. Kalau ada produk yang sama, kita gantikan dengan yang lain supaya semua IKM punya ruang,” jelas Wiryanata.
Menariknya, seluruh pelaku IKM yang berjualan tidak dipungut biaya alias gratis. Selain itu, produk yang ditampilkan dipastikan asli Bali.
“Kami pastikan perajin dan produknya betul-betul dari Bali. Tidak ada barang dari luar,” tegasnya.
Pameran IKM Bali Bangkit buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita. Mekanisme seleksi berlangsung alami. Ada peserta yang mundur, digantikan oleh pelaku usaha lain dari daftar tunggu yang cukup panjang. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya