Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kenalan dengan ChatGPT Atlas, Browser Baru dari OpenAI. Siap Bersaing dengan Google Chrome

Dianisa Damayanti • Rabu, 22 Oktober 2025 | 21:32 WIB
Tampilan antarmuka ChatGPT Atlas, browser berbasis kecerdasan buatan (AI) terbaru dari OpenAI yang mengintegrasikan ChatGPT.
Tampilan antarmuka ChatGPT Atlas, browser berbasis kecerdasan buatan (AI) terbaru dari OpenAI yang mengintegrasikan ChatGPT.

RadarBuleleng.id - OpenAI resmi meluncurkan browser web terbarunya bernama ChatGPT Atlas pada 21 Oktober 2025.

Browser berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dirancang untuk mengubah cara pengguna menjelajahi internet sekaligus menantang dominasi Google Chrome, yang selama ini menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar global.

Atlas hadir sebagai inovasi baru yang memadukan fungsi peramban tradisional dengan kemampuan chatbot ChatGPT.

Saat ini, Atlas tersedia untuk pengguna macOS, sementara versi Windows, iOS, dan Android masih dalam tahap pengembangan.

Atlas akan mengubah pengalaman menjelajah web dari sekadar mengetik kata kunci menjadi percakapan interaktif yang cerdas.

Browser ini dibangun di atas mesin Chromium, sama seperti yang digunakan oleh Google Chrome.

Dengan begitu, pengguna dapat dengan mudah mengimpor bookmark, riwayat, dan ekstensi dari Chrome tanpa kehilangan data penting.

Namun, yang membuat Atlas berbeda adalah fitur AI agent yang memungkinkan ChatGPT melakukan tugas secara semi-otomatis.

Pengguna bisa meminta Atlas untuk meringkas halaman web, membandingkan produk, atau bahkan mengisi formulir secara otomatis.

Selain itu, Atlas memiliki fitur memori (memory feature) yang memungkinkan sistem mengingat konteks pencarian dan preferensi pengguna untuk memberikan hasil yang lebih personal.

Fitur ini diklaim akan membuat pengalaman berselancar lebih efisien, karena AI dapat menyesuaikan rekomendasi berdasarkan kebiasaan pengguna.

Dari sisi keamanan, OpenAI menegaskan bahwa Atlas tetap mengedepankan privasi pengguna.

Data pencarian tidak otomatis digunakan untuk melatih model AI, kecuali pengguna memberikan izin.

Tersedia pula mode incognito, di mana aktivitas tidak disimpan ke riwayat atau akun ChatGPT.

Kehadiran Atlas disebut menjadi langkah strategis OpenAI untuk memperluas ekosistem produknya dan sekaligus menantang posisi dominan Google di dunia browser.

Analis teknologi menilai langkah ini dapat mengubah peta persaingan industri peramban, terutama karena AI kini menjadi faktor kunci dalam pengalaman menjelajah web.

Meski begitu, tantangan Atlas tidak ringan. Google sudah lebih dulu mengintegrasikan teknologi AI ke dalam Chrome melalui fitur AI Overview, sehingga persaingan antara dua raksasa teknologi ini diperkirakan akan semakin ketat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#chatbot #openai #windows #google #google chrome #MacOS #ChatGPT #Chrome #atlas #ai #browser