Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pasca Divestasi PLTU, TBS Energi Utama Genjot Investasi Hijau Senilai Ratusan Juta Dolar

Dianisa Damayanti • Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:40 WIB

Area operasional PLTU milik TBS Energi Utama.
Area operasional PLTU milik TBS Energi Utama.

RadarBuleleng.id - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mempercepat langkah transformasi menuju bisnis hijau usai menyelesaikan proses divestasi dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Langkah tersebut menjadi titik balik strategis bagi perusahaan energi ini dalam memperkuat portofolio berkelanjutan yang berfokus pada energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan kendaraan listrik.

Sejak divestasi PLTU rampung pada awal 2025, TBS menyiapkan investasi hijau senilai lebih dari 200 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 2,3 triliun yang akan digelontorkan dalam lima tahun ke depan.

Dana tersebut diarahkan untuk membangun infrastruktur daur ulang, memperluas jaringan pengelolaan limbah, dan mengembangkan proyek energi terbarukan di berbagai wilayah Indonesia dan Asia Tenggara.

Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina, menyatakan bahwa momentum ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam mewujudkan komitmen transisi energi bersih.

“Tahun 2025 adalah momen penguatan seluruh pilar bisnis hijau kami. Dengan struktur keuangan yang solid, kami siap memasuki fase optimalisasi profitabilitas dan sinergi lintas bisnis di tahun-tahun mendatang,” ujar Juli Oktarina.

Langkah konkret TBS terlihat dari pengembangan unit bisnis CORA Environment, yang fokus pada pengelolaan limbah dan pemulihan sumber daya berbasis teknologi digital.

Segmen ini kini menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan perusahaan, dengan pertumbuhan lebih dari 1.000 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, TBS juga memperluas operasional bisnis daur ulang hingga ke Thailand, Vietnam, dan Malaysia, memperkuat posisinya sebagai pemain regional di bidang energi hijau.

Tidak hanya di sektor limbah, TBS melalui Electrum juga terus memperbesar armada kendaraan listrik. Hingga September 2025, jumlah motor listrik Electrum telah mencapai 6.400 unit, meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Perusahaan juga mengoperasikan lebih dari 360 stasiun penukaran baterai (battery swap station) di berbagai kota besar, dengan tingkat penggunaan mencapai lebih dari 850 ribu kali per bulan.

Selain itu, proyek energi terbarukan seperti PLTMH Sumber Jaya berkapasitas 6 megawatt sudah beroperasi sejak awal 2025, sementara proyek PLTS Terapung Tembesi di Batam menunjukkan kemajuan pesat dan ditargetkan beroperasi komersial pada pertengahan 2026.

Dengan kas perusahaan yang mencapai 89 juta dolar AS per kuartal III 2025, TBS menegaskan kesiapannya untuk memperluas investasi hijau secara berkelanjutan.

“Kami percaya, transisi menuju energi bersih tidak hanya soal tanggung jawab lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi masa depan,” tambah Juli. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#baterai #Toba #investasi #daur ulang #listrik #bisnis #pembangkit listrik #pltu #energi #limbah