Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buleleng Disiapkan Jadi Kampung Bandeng, Dorong Hilirisasi Perikanan di Bali Utara

Eka Prasetya • Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:46 WIB

 

KEMBANGKAN BANDENG: Suasana seminar hilirisasi bandeng. Harapannya konsumsi bandeng di Buleleng tumbuh.
KEMBANGKAN BANDENG: Suasana seminar hilirisasi bandeng. Harapannya konsumsi bandeng di Buleleng tumbuh.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gerakan Bandeng Bali (GBB) menggelar Seminar Hilirisasi Bandeng 2025 di Azana Styahotel, Seririt, Kamis (30/10/2025).

Gerakan tersebut diinisiasi oleh Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) DPD Bali, Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia (HIPILINDO), dan Perhimpunan Pembudidaya Perikanan Pantai Buleleng (P4B).

Seminar Hilirisasi Bandeng menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem budidaya dan hilirisasi bandeng di Bali, terutama di wilayah Kabupaten Buleleng dan Jembrana yang dikenal sebagai sentra pembenihan.

Seminar tersebut sekitar 120 orang peserta dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, pelaku usaha, pembudidaya ikan, pengusaha tambak, investor, asosiasi perikanan, hingga perwakilan pemerintah daerah.

Adapun materi yang dibahas meliputi prospek hulu-hilir bandeng premium, praktik terbaik budidaya di keramba laut, hingga prospek pasar bandeng premium dan bandeng umpan bagi industri perikanan tangkap tuna.

Ketua DPD MAI Bali, Gede Supriatna mengatakan, seminar tersebut menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi perikanan bandeng di Bali. 

Selama ini, kata dia, produksi bandeng di Buleleng dan Jembrana baru sebatas benih atau nener, belum berkembang hingga tahap budidaya dan hilirisasi.

“Kami memiliki potensi produksi benih bandeng hingga 15 miliar ekor per tahun. Harapan kami, ini bisa menjadi konsumsi di Bali. Jadi bukan hanya ekspor benih, tapi juga ekspor hasil bandeng,” jelas Supriatna.

Menurutnya, Buleleng telah memiliki sentra pembenihan di beberapa wilayah seperti Patas dan Sumberkima di Kecamatan Gerokgak. Belakangan sentra pembenihan juga berkembang di Jembrana. 

Menurut Supriatna, upaya menjadikan Gerokgak sebagai Kampung Bandeng kini mulai digerakkan agar budidaya bandeng bisa berjalan lebih masif dan terarah.

“Kalau pembudidaya sudah mulai percaya diri, kami akan upayakan serapan pasar di Bali semakin tinggi,” ujarnya.

Selama ini konsumsi bandeng di Indonesia, khususnya di Bali masih rendah. Di Indonesia, merupakan makanan yang biasa dikonsumsi di Kabupaten Gresik dan Rembang.

“Di Filipina, konsumsi bandeng itu sangat tinggi. Kita mengekspor benih ke sana, kemudian di Filipina dibudidayakan, tapi kita di Bali belum mengonsumsi bandeng,” ungkap Supriatna.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, Usama Umar Alhadadi menjelaskan, sudah ada proyek percontohan budidaya bandeng di wilayah Patas dan Pejarakan yang berhasil menghasilkan sekitar 60 ton bandeng.

Hasil panen sebagian besar dikirim ke Surabaya untuk kebutuhan konsumsi jamaah umrah dan haji.

Menurutnya salah satu tantangan dalam budidaya bandeng adalah keterbatasan lahan. Ongkos sewa lahan tambak di Bali relatif tinggi bila dibandingkan dengan daerah lain.

“Solusinya kami mengembangkan budidaya di laut dengan sistem keramba jaring apung (KJA) untuk menghasilkan bandeng premium Bali,” ujarnya.

Pihaknya juga akan menggandeng para pengusaha untuk memberikan nilai tambah pada produk bandeng.

“Kedepan kami ingin meningkatkan nilai tambah, seperti produksi bandeng cabut duri, bandeng presto, sehingga bandeng bisa menjadi salah satu produk oleh-oleh khas Bali, khususnya Buleleng,” ungkap Usman.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diisi diskusi panel dan kunjungan lapangan (field trip) ke Patas untuk melihat langsung proses pengolahan bandeng premium. (ad)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#tambak #indonesia #bali #seminar #hilirisasi #Sumberkima #gerokgak #Benih #perikanan #pantai #jembrana #pengusaha #akademisi #investor #ikan laut #tuna #budidaya #umpan #patas #konsumsi #bandeng #premium #buleleng