RadarBuleleng.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pemerintah Pusat ternyata membawa angin segar bagi pedagang sayur di Pasar Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Sejak program ini berjalan, omzet para pedagang melonjak tajam karena pasokan sayur untuk dapur MBG meningkat di setiap kecamatan.
Program MBG yang menyasar siswa TK hingga SMA/SMK ini mewajibkan menu bergizi lengkap setiap hari, termasuk sayur-mayur.
Kebijakan itu otomatis membuka peluang besar bagi para pedagang lokal untuk menjadi pemasok utama.
Salah satunya dirasakan Ni Made Erni, 44, pedagang sayur asal Banjar Toh Jiwa, Desa Antapan, Baturiti. Ia mengaku, sejak dapur MBG beroperasi, dagangannya makin laris.
“Sekarang kami bukan hanya jualan untuk kebutuhan pasar, tapi juga untuk dapur MBG. Pemesanan bisa sampai 10 kilogram untuk tiap jenis sayur,” ujarnya.
Erni menyebut, wortel, kentang, dan buncis menjadi tiga jenis sayur yang paling banyak dipesan.
Selain itu, permintaan terhadap bok choy, kembang kol, dan brokoli juga terus meningkat.
“Wortel paling cepat habis, kadang sehari bisa kirim beberapa kali,” tambahnya.
Dari hasil jualan tersebut, perputaran uang di lapak Erni kini mencapai Rp 40–50 juta per hari, bahkan sempat tembus Rp 80 juta pada akhir pekan lalu. Ia buka sejak pukul 03.00 WITA hingga 18.00 WITA.
Soal harga, Erni mengatakan fluktuasi masih wajar. Kenaikan justru disebabkan pasokan yang menipis di tingkat petani.
Misalnya, tomat kini tembus Rp 8–10 ribu per kilogram, naik tajam karena banyak tanaman rusak akibat cuaca ekstrem.
Sementara harga sawi putih naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 7.000 per kilogram, buncis di kisaran Rp 8.000–9.000, dan wortel kini menyentuh Rp 25.000 per kilogram — padahal sebelum MBG hanya Rp 7.000.
“Kalau selain tomat, harga masih stabil. Tapi permintaan terus naik sejak ada MBG,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya