Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bersiap Semeton! Tahun Depan Tarif Air Minum di Buleleng Naik. Kelompok Rumah Tangga Paling Terdampak

Francelino Junior • Rabu, 17 Desember 2025 | 17:26 WIB

 

PENYESUAIAN TARIF: Eksplorasi air bersih yang dilakukan Perumda Tirta Hita Buleleng di salah satu sumur bor.
PENYESUAIAN TARIF: Eksplorasi air bersih yang dilakukan Perumda Tirta Hita Buleleng di salah satu sumur bor.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kabar penyesuaian tarif air bersih bakal dirasakan pelanggan di Kabupaten Buleleng. 

Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng memastikan akan melakukan penyesuaian tarif pada tahun 2025 mendatang.

Besaran penyesuaian tarif disesuaikan dengan setiap kategori pelanggan.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut rekomendasi Dewan Pengawas (Dewas) agar penyesuaian tarif dilakukan secara berkala setiap tahun. 

Tujuannya, mencegah lonjakan tarif ekstrem akibat penyesuaian yang tertunda terlalu lama.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana menjelaskan, persentase kenaikan tarif berkisar antara satu hingga sepuluh persen. 

Namun secara rata-rata, penyesuaian tarif air pada 2026 berada di angka 7,5 persen.

“Penyesuaian tertinggi sebesar sepuluh persen diberlakukan untuk kategori rumah tangga,” ujar Lestariana.

Ia mengungkapkan, kebijakan tersebut diambil karena mayoritas pelanggan Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng berasal dari sektor rumah tangga. 

Dari total sekitar 68 ribu pelanggan, 89 persennya merupakan pelanggan rumah tangga.

Sebagai gambaran, tarif pelanggan rumah tangga kategori R1 naik dari Rp 2.550 menjadi Rp 2.800 per meter kubik. 

Sementara kategori R2 mengalami penyesuaian dari Rp 3.000 menjadi Rp 3.300 per meter kubik.

“Makanya kategori rumah tangga disesuaikan sepuluh persen. Untuk pelanggan industri dan niaga, penyesuaiannya tidak sebesar itu,” jelasnya.

Menurut Lestariana, penyesuaian tarif tahunan justru dinilai lebih adil dan berkelanjutan. Sebab, banyak perusahaan air minum di daerah lain terpaksa menaikkan tarif hingga ratusan persen akibat tidak melakukan penyesuaian selama belasan tahun.

Selain kebijakan tarif, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng juga memasang target pertumbuhan pelanggan pada 2026. Sedikitnya 3.000 pelanggan baru ditargetkan tersambung layanan air bersih.

Di sisi lain, kontribusi terhadap pendapatan daerah juga ditingkatkan. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diusulkan pada 2026 naik menjadi Rp 9,5 miliar. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#rumah tangga #perumda #tarif #pelanggan #air bersih #air minum #penyesuaian tarif #tirta hita buleleng #buleleng