Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Panen Raya Cabai di Tengah Musim Hujan, Petani di Bali Raup Cuan Belasan Juta

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 25 Desember 2025 | 23:41 WIB

PANEN RAYA: Suasana panen raya cabai di Subak Cuculan, Denpasar.
PANEN RAYA: Suasana panen raya cabai di Subak Cuculan, Denpasar.
 

RadarBuleleng.id – Di tengah musim penghujan, petani cabai di Subak Cuculan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, justru menikmati panen raya. 

Keberhasilan tersebut tak lepas dari penerapan demplot tanaman cabai menggunakan varietas Kaliber yang dinilai tahan terhadap curah hujan tinggi.

Dari lahan demplot seluas 5 are, petani bahkan mampu mengantongi pendapatan hingga Rp 18 juta. Panen raya tersebut berlangsung pada Rabu (24/12/2025).

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, A.A. Gde Bayu Brahmasta menjelaskan, harga cabai saat musim hujan relatif tinggi, mencapai Rp 60 ribu per kilogram. 

Dengan rata-rata produksi sekitar 0,3 kilogram per pohon dan populasi 1.000 tanaman per 5 are, hasil panen dinilai sangat menjanjikan.

“Saat panen raya kemarin, dengan harga cabai musim hujan Rp 60 ribu per kilogram, petani bisa mendapatkan pendapatan Rp 18 juta dari demplot 5 are. Budidaya cabai di musim penghujan memang sangat menjanjikan, namun memerlukan perlakuan yang lebih intensif karena risiko serangan hama dan penyakit cukup tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program demplot cabai seluas 20 are serta pengembangan cabai seluas 2,5 hektare di empat kecamatan telah dimulai sejak 2025. Varietas Kaliber dipilih karena memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap hujan.

Keberhasilan panen raya ini juga dinilai tidak lepas dari komitmen petani dalam menerapkan ilmu yang diperoleh melalui Sekolah Lapang Budidaya Terpadu Cabai yang digagas Dinas Pertanian Kota Denpasar.

“Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan kapasitas petani melalui sekolah lapang menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan produksi dan peningkatan pendapatan petani,” ujar Gung Bayu, sapaan akrab A.A. Gde Bayu Brahmasta.

Menurutnya, pengembangan demplot cabai varietas Kaliber tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah serta penguatan perekonomian Kota Denpasar.

“Keberhasilan panen cabai pada musim hujan ini menunjukkan bahwa dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, petani mampu menghasilkan produksi yang optimal. Kegiatan ini tidak hanya mendukung stabilitas harga pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan Kota Denpasar,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #panen raya #hama #cabai #petani #pertanian #budidaya #subak #demplot #hujan #penyakit