RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan penggunaan produk lokal seperti kain endek Bali memiliki dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi daerah sekaligus menjaga inflasi tetap stabil.
Hal tersebut diungkapkan Koster dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan serta Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Bali di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Bali, Denpasar, Selasa (10/2/2026).
Koster mengatakan, penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 Tahun 2018 yang mewajibkan penggunaan busana berbahan endek Bali setiap Selasa dan busana adat Bali setiap Kamis, terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Meski terlihat sederhana, kebijakan tersebut efektif menghidupkan banyak lini usaha, mulai dari perajin, penjahit, hingga pedagang kain endek.
“Kalau pegawai di lingkungan Pemprov Bali rajin membeli endek baru, misalnya setiap bulan, ekonomi akan bergerak. Pedagang hidup, penjahit endek hidup, perajin juga hidup. Semua hidup kalau kita rajin pakai endek,” tegas Koster.
Sejak Pergub tersebut diberlakukan, Koster menyebut kreativitas perajin endek Bali semakin berkembang. Motif dan corak endek kini kian beragam, mengikuti selera pasar tanpa meninggalkan identitas budaya Bali.
“Sekarang motif dan coraknya makin variatif. Ini menandakan industri endek kita berkembang,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, inflasi Bali pada 2025 tercatat sebesar 2,91 persen (year on year), sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen.
Menurut Koster, capaian tersebut menunjukkan kondisi ekonomi Bali masih berada dalam rentang target yang terkendali.
Tak hanya inflasi, pertumbuhan ekonomi Bali juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,82 persen (yoy).
“Kondisinya bisa ditakar. Dan terbukti ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen pada 2025,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Fitri dan Nyepi, inflasi di Bali diharapkan tetap terkendali. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya