Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jelang Imlek, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Melejit Hingga 700 Persen

Marsellus Pampur • Jumat, 13 Februari 2026 | 06:29 WIB
KOMODITAS EKSPOR: Proses penyortiran buah manggis yang akan diekspor ke Tiongkok jelang tahun baru Imlek.
KOMODITAS EKSPOR: Proses penyortiran buah manggis yang akan diekspor ke Tiongkok jelang tahun baru Imlek.

RadarBuleleng.id - Permintaan manggis Bali ke pasar Tiongkok atau China, melonjak tajam menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. 

Lonjakan permintaan tersebut mendorong peningkatan signifikan ekspor buah eksotis tersebut dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Sejak 1 Januari hingga 9 Februari 2026, Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Bali telah menerbitkan sertifikasi ekspor manggis sebanyak 79,5 ton. 

Angka tersebut melonjak sekitar 700 persen dibandingkan Desember 2025 yang hanya mencatat satu kali sertifikasi dengan volume 9,7 ton.

Tingginya permintaan ini tidak lepas dari tradisi masyarakat Tiongkok yang menjadikan manggis sebagai simbol kemakmuran dan kesehatan saat Imlek. 

Buah berkulit ungu tersebut menjadi sajian wajib dalam perayaan tahun baru.

Kepala Karantina Bali, Heri Yuwono mengatakan, peningkatan ekspor manggis menjadi bukti komitmen Badan Karantina Indonesia dalam membuka akses pasar global bagi komoditas unggulan nasional.

”Penanganan yang sesuai dengan protokol ekspor manggis ke Tiongkok, sehingga produk pertanian Indonesia dapat bersaing di pasar global," katanya.

Heri memastikan seluruh manggis yang diekspor telah memenuhi persyaratan teknis sesuai protokol yang disepakati kedua negara. 

Di antaranya bebas dari organisme pengganggu seperti kutu putih, lalat buah, kutu tempurung, serta siput.

Langkah tersebut juga merupakan bagian dari arahan Kepala Badan Karantina, Sahat M. Panggabean, dalam mendorong program Go Ekspor, guna meningkatkan daya saing komoditas pertanian dan perikanan Indonesia di pasar internasional.

”Program Go Ekspor ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melanjutkan industrialisasi untuk penambahan nilai tambah ekonomi,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Karantina, dalam periode Januari–awal Februari 2026, Karantina Bali telah menerbitkan 42 kali sertifikasi ekspor manggis dengan total volume 79,5 ton dan nilai ekspor mencapai Rp 2,6 miliar.

Meski demikian, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, volume ekspor tahun ini masih mengalami penurunan. 

Pada periode serupa 2025 tercatat 131 kali sertifikasi dengan total volume mencapai 356,5 ton.

Penurunan tersebut dipicu oleh menurunnya produktivitas manggis akibat perubahan musim dan cuaca ekstrem, yang menyebabkan banyak bunga manggis berguguran sebelum berbuah lebat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #komoditas #tahun baru #karantina #tiongkok #Manggis #tradisi #imlek #china #tahun baru imlek #buah #sertifikasi #ekspor