RadarBuleleng.id - Kinerja ekspor Provinsi Bali pada Januari 2026 mengalami tekanan, terutama dari pasar Amerika Serikat.
Negara tersebut tercatat menjadi penyumbang penurunan terdalam dalam lima besar tujuan ekspor Bali.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, nilai ekspor Bali secara keseluruhan pada Januari 2026 mencapai USD 48,3 juta atau turun 1,29 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar USD 48,9 juta.
Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan mengungkapkan, ekspor ke Amerika Serikat merosot hingga 15,99 persen (y-on-y). Penurunan tersebut menjadi yang paling dalam dibandingkan negara tujuan utama lainnya.
“Penurunan ini terutama disebabkan karena turunnya ekspor produk Ikan, krustasea, dan moluska,” ujarnya.
Selama ini, komoditas ikan, krustasea, dan moluska menjadi tulang punggung ekspor Bali. Pada Januari 2026, nilai ekspor komoditas ini tercatat USD 14,3 juta atau berkontribusi 29,63 persen terhadap total ekspor Bali.
Namun, pelemahan permintaan dari pasar Amerika Serikat berdampak signifikan terhadap kinerja sektor perikanan Bali. Mengingat AS merupakan salah satu pasar utama untuk produk seafood Bali.
Jika tren ini berlanjut, bukan hanya nilai ekspor yang tertekan, tetapi juga berpotensi memengaruhi rantai produksi, mulai dari nelayan hingga industri pengolahan hasil laut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya