RadarBuleleng.id – Sekitar 1.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) resmi dilepas untuk bekerja di luar negeri.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di kawasan Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (2/4/2026).
Pekerja migran yang mayoritas berasal dari Bali tersebut akan bekerja di sektor hospitality di Bulgaria, yang kini menjadi salah satu negara tujuan utama penempatan tenaga kerja Indonesia.
Mukhtarudin menegaskan, sebelum proses pemberangkatan dilakukan, pemerintah telah melalui berbagai tahapan seleksi dan verifikasi, termasuk memastikan keamanan negara tujuan.
“Bulgaria merupakan negara penempatan yang aman. Dalam menentukan tujuan, kami pastikan dulu aspek keamanan, jaminan sosial, dan perlindungan tenaga kerja. Tidak sembarang negara,” ujarnya usai acara pelepasan.
Ia juga memastikan seluruh PMI yang diberangkatkan telah memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai bidang kerja masing-masing. Menurutnya, tenaga kerja asal Indonesia memiliki daya saing tinggi di kancah internasional.
Meski peluang kerja di luar negeri terbuka lebar, Mukhtarudin mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja ilegal yang menjanjikan kemudahan instan.
“Berangkatlah melalui jalur resmi. Jangan mudah percaya bujuk rayu yang belum tentu benar. Gunakan lembaga pelatihan dan penyalur yang sudah menjadi mitra resmi, sehingga perlindungan lebih maksimal,” tegasnya.
Selain Bulgaria, pemerintah juga terus menjajaki peluang penempatan PMI di sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Jerman dan Italia, khususnya di sektor tenaga kesehatan dan bidang lainnya.
“Masih ada beberapa negara yang sedang kami jajaki, terutama di Eropa. Namun untuk saat ini, Bulgaria menjadi salah satu negara tujuan terbesar,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya