Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Grooming dan Komunikasi Jadi Kunci Layanan Prima Sektor Jasa Keuangan

Eka Prasetya • Selasa, 14 April 2026 | 15:38 WIB
TINGKATKAN KEPRIBADIAN: Instruktur Pengembangan Kepribadian, Putu Ayu Kinanti Praditha (paling kanan) dalam Seminar Grooming dan Service Excellence, belum lama ini. (istimewa)
TINGKATKAN KEPRIBADIAN: Instruktur Pengembangan Kepribadian, Putu Ayu Kinanti Praditha (paling kanan) dalam Seminar Grooming dan Service Excellence, belum lama ini. (istimewa)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Penampilan diri (grooming), sikap (attitude), dan kemampuan komunikasi, menjadi faktor kunci dalam menciptakan pelayanan prima, khususnya di sektor jasa keuangan. 

Hal tersebut disampaikan Instruktur Pengembangan Kepribadian, Putu Ayu Kinanti Praditha dalam Seminar Grooming dan Service Excellence yang diikuti pegawai Pegadaian di Buleleng, belum lama ini.

Menurut Kinanti, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana karyawan menampilkan diri dan berkomunikasi saat berhadapan dengan nasabah.

“Mereka akan berhadapan dengan nasabah yang berasal dari berbagai latar belakang, dan karakter yang berbeda. Tentu dari sisi sisi grooming, sikap, dan kemampuan komunikasi harus diperhatikan. Sehingga bisa meningkatkan service,” ujar wanita yang sudah malang melintang di dunia penerbangan tersebut.

Ia menjelaskan, konsep penampilan prima tidak sekadar soal berpakaian rapi, tetapi mencerminkan profesionalisme secara menyeluruh. 

Penampilan staff saat bekerja, baik kepada kolega maupun nasabah, menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.

Ia menyebut, dalam dunia kerja istilah well groomed digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berpenampilan resmi, rapi, dan menarik. 

Hal itu mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan tubuh, kerapian pribadi, cara berpakaian, hingga tutur kata dan sopan santun.

Kinanti menegaskan, grooming memiliki peran besar dalam menunjang kinerja. Selain meningkatkan rasa percaya diri, penampilan yang baik juga menjadi bentuk self care yang berdampak pada kesehatan. 

Tak hanya itu, grooming mampu meyakinkan pelanggan terhadap profesionalisme petugas, mempermudah pekerjaan, serta memunculkan respon positif dari lingkungan sekitar.

“Hal ini bisa dikatakan penting sekali untuk corporate atau perusahaan. Karena akan menyangkut citra perusahaan di mata nasabah. Tentu karyawan harus bisa meningkatkan profesionalisme dalam bekerja,” jelasnya.

Selain penampilan, sikap atau attitude juga menjadi sorotan utama. Ia menyebut, sikap merupakan cerminan dari cara berpikir seseorang yang terlihat dari perilaku sehari-hari, mulai dari cara berbicara, bertindak, hingga memperlakukan orang lain.

Grooming dan attitude, kata dia, tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling berkaitan dan menjadi fondasi dalam membangun pelayanan yang berkualitas.

“Seperti di lembaga keuangan yang mengutamakan pelayanan, tentu hal yang berkaitan dengan penampilan, sikap, dan komunikasi, harus dikedepankan,” tegasnya.

Kinanti juga mengingatkan bahwa aspek grooming dan etika komunikasi sebenarnya merupakan hal mendasar dalam dunia bisnis. 

Namun, hal tersebut kerap diabaikan karena dianggap sepele. Padahal memiliki dampak besar terhadap citra perusahaan dan kepuasan pelanggan.

“Yang penting itu mereka harus konsisten untuk terus melakukan sikap-sikap yang prima,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#penampilan #nasabah #pelayanan #buleleng #kepribadian