SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Singaraja memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan menggandeng BPBD Buleleng dalam kegiatan sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang digelar di halaman Kantor BRI Cabang Singaraja ini difokuskan pada peningkatan kemampuan karyawan dalam menghadapi potensi gempa bumi.
Seluruh pegawai, termasuk petugas keamanan, tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi.
Dalam praktiknya, peserta dilatih melakukan langkah penyelamatan dasar saat gempa terjadi, mulai dari teknik drop, cover, and hold on—berjongkok, berlindung, dan berpegangan pada benda kokoh—hingga prosedur evakuasi.
Pimpinan BRI Branch Office Singaraja, Mardian Salam Tarigan, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan Business Continuity Management (BCM) untuk memastikan operasional tetap berjalan saat terjadi kondisi darurat.
Menurutnya, simulasi ini penting untuk mengurangi potensi kepanikan sekaligus menguji respons karyawan dalam berbagai skenario, baik bencana alam maupun gangguan operasional.
"Sehingga ketika bencana benar-benar terjadi, para pegawai sudah paham bagaimana melakukan prosedur evakuasi, koordinasi antar unit, serta langkah-langkah pemulihan operasional secara cepat dan tepat. Termasuk untuk menjaga keselamatan nasabah yang sedang bertransaksi di kantor," ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh karyawan dilibatkan sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan internal.
Selain itu, BRI juga telah melengkapi fasilitas kantor dengan sistem alarm gempa dan kebakaran sebagai langkah antisipasi dini.
“Kami juga sudah memiliki alarm kebakaran, baik di kantor cabang maupun unit-unit BRI, sebagai langkah antisipasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Operator Layanan Operasional BPBD Buleleng, Agus Dharma Wijaya, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan atas permintaan pihak BRI.
“Setiap tahun kami melaksanakan simulasi ini berdasarkan permintaan dari pihak BRI. Tim Posko BPBD memberikan pendampingan terkait penanganan gempa bumi,” jelasnya.
Ia menegaskan, pelatihan seperti ini penting mengingat bencana bisa terjadi kapan saja.
Terlebih di lingkungan perbankan yang memiliki dinamika sumber daya manusia, sehingga karyawan baru perlu dibekali pemahaman terkait penanganan darurat.
BPBD Buleleng, lanjutnya, siap memberikan pelatihan serupa kepada berbagai instansi guna meningkatkan kesiapsiagaan, baik melalui simulasi evakuasi gempa maupun penanganan kondisi darurat lainnya. (ad)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya