SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kinerja investasi di Kabupaten Buleleng pada triwulan pertama 2026 menunjukkan capaian Rp147,3 miliar.
Dari angka tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi dibandingkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Buleleng mencatat, realisasi investasi tersebut setara dengan 18,8 persen dari target tahunan 2026 sebesar Rp 814,8 miliar.
Secara rinci, realisasi PMDN pada triwulan I mencapai Rp 60,93 miliar dari target Rp81,48 miliar.
Sementara PMA justru melampaui target awal, yakni Rp 86,39 miliar dari target Rp 81,84 miliar.
Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, capaian investasi mengalami penurunan cukup signifikan. Pada triwulan I 2025, total investasi Buleleng mencapai Rp 413,38 miliar.
Kepala Dinas PMPTSP Buleleng, Gede Ngurah Dharma Seputra, menyebut kondisi global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan tersebut.
“Kondisi global saat ini, mulai dari perang hingga perubahan nilai tukar dolar, berpengaruh pada iklim investasi di Buleleng. Sehingga jika dibandingkan antara triwulan pertama 2026 dan 2025, ada penurunan nilai investasi tahun ini,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Di sisi pelayanan, Pemkab Buleleng terus mendorong kemudahan perizinan melalui Mall Pelayanan Publik (MPP).
Saat ini, terdapat 102 jenis layanan perizinan dan nonperizinan yang dapat diakses secara elektronik melalui sistem OSS, SIAJAIB, hingga SIMBG.
Layanan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, lingkungan hidup, hingga pariwisata dan perikanan.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 5.867 izin telah diterbitkan. Rinciannya, Januari sebanyak 1.455 izin, Februari meningkat menjadi 2.222 izin, dan Maret sedikit menurun menjadi 2.190 izin.
“Di triwulan I, sektor yang paling banyak mengurus perizinan adalah pariwisata, lingkungan hidup dan kehutanan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, perindustrian, pertanian, serta kelautan dan perikanan,” imbuhnya.
Meski dihadapkan pada tantangan global, Pemkab Buleleng optimistis realisasi investasi akan terus bergerak positif seiring kemudahan layanan perizinan dan potensi sektor unggulan yang dimiliki daerah. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya