SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Persaingan memperebutkan kursi Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng mulai mengerucut.
Dari total 22 orang pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya sembilan orang yang dinyatakan lolos tahap administrasi.
Yang menarik, dua mantan direksi Perumda Pasar Argha Nayottama justru gagal melanjutkan ke tahap berikutnya. Mereka adalah mantan Direktur Utama Perumda Pasar, Putu Suardhana, serta mantan Direktur Keuangan, Mega Esti Roh Ani.
Keduanya masuk dalam daftar 13 peserta yang dinyatakan belum memenuhi persyaratan administrasi oleh Panitia Seleksi (Pansel).
Ketua Pansel Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan hasil seleksi administrasi tersebut masih bersifat sementara karena masih menunggu penyelesaian masa sanggah.
“Dari 22 pendaftar, saat ini ada 9 yang lulus administrasi dan 13 yang belum lulus. Dari peserta yang tidak lulus itu ada dua orang yang mengajukan sanggahan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Menurut Suyasa, dua sanggahan yang masuk akan dibahas terlebih dahulu oleh panitia sebelum hasil akhir seleksi administrasi diumumkan pada Selasa (2/6/2026) hari ini.
Jika alasan sanggahan dinilai memenuhi ketentuan, peserta terkait masih berpeluang kembali masuk ke daftar peserta yang lolos.
Suyasa menjelaskan, sebagian besar peserta yang gugur terkendala persyaratan dasar yang telah ditetapkan dalam proses seleksi.
Persyaratan yang paling banyak menjadi penyebab kegagalan adalah batas usia dan pengalaman kepemimpinan.
Beberapa pelamar diketahui telah melampaui batas usia maksimal 55 tahun. Sebaliknya, ada pula yang belum memenuhi syarat usia minimal 35 tahun.
Selain itu, sejumlah peserta tidak dapat membuktikan pengalaman memimpin tim selama minimal lima tahun sebagaimana dipersyaratkan dalam proses rekrutmen direksi.
Ada pula peserta yang dinilai belum mampu menunjukkan rekam jejak dedikasi dan komitmen dalam pengelolaan perusahaan.
“Yang paling banyak karena syarat usia dan pengalaman memimpin. Ada juga yang tidak melengkapi riwayat pekerjaan sehingga tidak bisa dibuktikan pernah memimpin tim,” jelasnya.
Setelah hasil akhir administrasi diumumkan, peserta yang lolos akan langsung menghadapi tahapan seleksi lanjutan. Psikotes dan tes kompetensi dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni 2026 di UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali.
Tahapan berikutnya berupa penyusunan makalah dan rencana bisnis yang harus diserahkan pada 6 hingga 9 Juni 2026. Dokumen tersebut akan menjadi bahan penilaian dalam sesi presentasi dan wawancara yang dijadwalkan berlangsung pada 11 dan 12 Juni mendatang.
Suyasa menegaskan seluruh peserta yang lolos administrasi, termasuk apabila ada tambahan peserta yang diterima melalui mekanisme sanggah, berhak mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga akhir.
“Lulus administrasi berarti memiliki hak untuk melanjutkan proses seleksi Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama sampai tahapan akhir,” tegasnya.
Sebelumnya Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra memberhentikan seluruh jajaran direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng. Sutjidra menyebut ada masalah tata kelola di tingkat direksi yang sulit dibenahi, sehingga pihaknya harus mengambil langkah yang ekstrem.
Setelah kosong selama hampir dua bulan, Pemkab Buleleng membuka seleksi calon direksi secara terbuka. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya