Siapkan Anggaran Rp 20 Miliar, Perumda Tirta Hita Buleleng Bidik Atasi Krisis Air di Banyuning dan Petandakan

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 06:17 WIB
Dirut Perumda Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana sebut pihaknya menggencarkan gebyar untuk mencapai target sambungan baru.
Dirut Perumda Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana sebut pihaknya menggencarkan gebyar untuk mencapai target sambungan baru.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng mulai menyiapkan sejumlah proyek strategis untuk mengatasi defisit pasokan air bersih yang masih membayangi beberapa wilayah pelayanan. 

Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mata Air Pegadungan dengan kapasitas produksi mencapai 100 liter per detik.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, mengatakan proyek tersebut dirancang untuk memperkuat pasokan air bersih di wilayah Banyuning dan Petandakan yang hingga kini masih mengalami kekurangan distribusi air.

“Kami arahkan pengembangan Mata Air Pegadungan untuk peningkatan pelayanan di Petandakan dan Banyuning. Kapasitas yang direncanakan mencapai 100 liter per detik dan diharapkan bisa menutup defisit air di kawasan tersebut,” ujarnya.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, dibutuhkan investasi sekitar Rp 20 miliar. Perumda Tirta Hita pun mulai membuka peluang kerja sama dengan investor melalui Bali Jagadhita Investment Forum. 

Proyek SPAM Mata Air Pegadungan menjadi salah satu investasi unggulan yang ditawarkan di sektor penyediaan air minum di Kabupaten Buleleng.

Tak hanya Pegadungan, Perumda Tirta Hita juga menyiapkan pengembangan Mata Air Ambengan. Proyek ini diproyeksikan mampu membantu mengatasi kekurangan pasokan air bersih di wilayah Sambangan dan Baktiseraga.

Menurut Lestariana, sebagian sistem distribusi di kawasan tersebut masih mengandalkan pompa sehingga membutuhkan biaya operasional yang lebih besar dibandingkan sistem gravitasi.

“Kami juga menyiapkan pengembangan Mata Air Ambengan untuk mengatasi defisit layanan di Sambangan dan Baktiseraga,” katanya.

Upaya pengembangan infrastruktur air bersih itu mulai menunjukkan hasil. Sejumlah investor disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Perumda Tirta Hita. 

Bahkan dalam waktu dekat, ada investor yang akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait pengembangan sektor air minum di Buleleng.

Meski demikian, kerja sama yang dapat dilakukan saat ini masih terbatas pada skema business to business (B to B). 

Hal itu karena status Perumda Tirta Hita yang masih berbentuk perusahaan umum daerah sehingga belum memungkinkan menerapkan pola investasi berbasis kepemilikan saham.

“Kalau sistem saham belum memungkinkan karena Perumda belum berbentuk persero. Saat ini yang memungkinkan adalah kerja sama business to business,” jelas Lestariana.

Ia mengakui sektor penyediaan air minum belum menjadi pilihan utama investor lokal. Banyak pelaku usaha lebih tertarik menanamkan modal pada sektor yang memberikan keuntungan lebih cepat. 

Sementara bisnis penyediaan air bersih membutuhkan investasi besar dengan orientasi pelayanan publik jangka panjang.

Karena itu, sektor ini selama ini lebih banyak diminati perusahaan-perusahaan besar yang memang bergerak di bidang pengelolaan air minum dan sanitasi.

Di sisi lain, Perumda Tirta Hita juga berharap adanya dukungan tambahan modal dari Pemkab Buleleng untuk mempercepat pengembangan layanan air bersih. 

Sebab dalam empat tahun terakhir, perusahaan daerah tersebut belum lagi menerima penyertaan modal dari pemerintah daerah.

Padahal, nilai penyertaan modal Pemkab Buleleng yang tercatat sebagai kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai sekitar Rp 62 miliar. 

Sementara total dividen yang telah disetorkan Perumda Tirta Hita ke kas daerah hingga kini mencapai sekitar Rp 68 miliar.

“Nilai dividen yang kami setorkan sudah melampaui nilai penyertaan modal yang diberikan pemerintah daerah. Ke depan kami berharap ada kembali dukungan penyertaan modal untuk mempercepat pengembangan layanan air bersih kepada masyarakat,” tegasnya.

Jika proyek-proyek tersebut terealisasi, Perumda Tirta Hita optimistis persoalan kekurangan pasokan air di sejumlah wilayah padat penduduk di Buleleng dapat berangsur teratasi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
perumda investasi Perumda Tirta Hita air minum buleleng