SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kinerja investasi di Buleleng menunjukkan tren positif sepanjang triwulan kedua tahun 2026.
Nilai investasi yang masuk mencapai Rp 287 miliar atau melonjak tajam dibandingkan periode sebelumnya maupun triwulan yang sama tahun lalu.
Data menunjukkan total realisasi investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp 287,01 miliar. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 57,4 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 229,6 miliar.
Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan triwulan I 2026 yang mencatat investasi sebesar Rp 147,3 miliar.
Bahkan, jika dibandingkan dengan triwulan II 2025 yang hanya mencapai Rp 67,03 miliar, kenaikannya lebih dari empat kali lipat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng, Gede Ngurah Dharma Seputra, mengatakan lonjakan investasi tidak lepas dari meningkatnya kepatuhan pelaku usaha dalam melaporkan kegiatan investasinya. Di sisi lain, kualitas pelayanan perizinan juga terus mengalami perbaikan.
"Terjadi peningkatan tajam karena minat dan kesadaran pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban pelaporan kegiatan usahanya semakin tinggi,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurut Ngurah Dharma, percepatan proses birokrasi turut menjadi faktor pendukung meningkatnya realisasi investasi.
Koordinasi yang lebih baik antara admin perizinan dan instansi teknis membuat proses verifikasi dokumen hingga penerbitan izin berlangsung lebih cepat.
Pada triwulan II 2026, sektor hotel dan restoran menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp 201 miliar.
Disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp 40 miliar; perdagangan dan reparasi Rp 25 miliar; sektor listrik, gas, dan air Rp 8 miliar; serta sektor jasa lainnya Rp 4 miliar.
Meski total investasi meningkat, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) justru mengalami penurunan.
Nilainya tercatat sebesar Rp 57,4 miliar atau masih di bawah target Rp 122,2 miliar. Pada triwulan I 2026, PMA bahkan sempat mencapai Rp 86,39 miliar.
Sebaliknya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat lonjakan signifikan. Dari sebelumnya Rp60,93 miliar pada triwulan I, realisasinya meningkat menjadi Rp 229,6 miliar pada triwulan II, jauh melampaui target sebesar Rp 122,2 miliar.
Ngurah Dharma menegaskan, peningkatan investasi tetap harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap regulasi. Seluruh proses perizinan, kata dia, akan dipastikan memenuhi ketentuan yang berlaku sebelum izin diterbitkan.
"Selama persyaratan perizinan sesuai regulasi, tentu akan diproses. Namun jika tidak memenuhi ketentuan, izin tidak akan diterbitkan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng