RadarBuleleng.id – Denyut perekonomian dan pariwisata Bali terus menunjukkan tren positif. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat lonjakan konsumsi listrik di Pulau Dewata mencapai 8,02 persen sepanjang Semester I 2026.
Angka pertumbuhan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi seantero Indonesia.
Pertumbuhan konsumsi energi yang merata sepanjang hari ini diiringi dengan kenaikan beban puncak sistem kelistrikan Bali yang kini telah mendekati angka 1.300 Megawatt (MW).
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, mengungkapkan bahwa laju kenaikan konsumsi listrik ini bahkan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi Bali secara keseluruhan.
Hal tersebut menandakan listrik telah menjadi salah satu instrumen dasar yang menggerakkan seluruh lini usaha masyarakat.
”Pertumbuhan listriknya melampaui pertumbuhan ekonomi. Bisa disimpulkan bahwa listrik sudah masuk ke semua simpul-simpul kehidupan. Ketika kebutuhan listrik terus bergerak, itu menunjukkan roda ekonomi juga terus berputar,” ujar Ajrun.
Menjawab lonjakan permintaan dari sektor perhotelan, restoran, hingga industri kreatif, PLN bergerak cepat memperkuat keandalan pasokan dan mengakselerasi penambahan kapasitas pembangkit.
Sebagai langkah jangka panjang penopang ketahanan energi Bali, PLN memfokuskan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Langkah ini mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 serta program nasional akselerasi PLTS 100 Gigawatt (GW).
Skema penambahan PLTS akan digarap melalui ground mounted (di atas tanah), PLTS terapung di bendungan, hingga penyediaan PLTS atap.
”PLTS menjadi salah satu tumpuan utama karena pembangunannya paling mudah dan cepat. Harapannya dengan pengembangan pembangkit energi terbarukan, Bali nantinya dapat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya,” lanjut Ajrun.
PLN berharap ketersediaan daya yang melimpah tak sekadar menjadi penerang ruangan, melainkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi mikro maupun makro, membuka lapangan kerja baru, serta memacu produktivitas warga Bali. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali