Aneh! Harga Cabai di Pasar Rp 65 Ribu per Kilo, Tapi di Petani Hanya Beli Rp 46 Ribu

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:28 WIB
HARGA MELAMBUNG: Salah seorang pedagang cabai di Pasar Badung, menunjukkan barang dagangannya. Harga cabai kini melambung tinggi di tingkat konsumen, sedangkan di petani harganya relatif murah. (Miftahuddin M. Halim/Radar Bali)
HARGA MELAMBUNG: Salah seorang pedagang cabai di Pasar Badung, menunjukkan barang dagangannya. Harga cabai kini melambung tinggi di tingkat konsumen, sedangkan di petani harganya relatif murah. (Miftahuddin M. Halim/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id – Jurang perbedaan harga komoditas pertanian antara tingkat petani (produsen) dan pasar (konsumen) di Provinsi Bali kian melebar. 

Salah satu yang paling tajam adalah komoditas cabai rawit merah, di mana selisih harganya di pasaran mencapai Rp 19 ribu per kilogram dibandingkan harga di tingkat petani.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali mencatat tren kenaikan harga cabai rawit terus merangkak naik sejak awal September 2026.

Kepala Distanpangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, membeberkan bahwa pada awal September harga cabai di pasaran berada di kisaran Rp 57.500 per kilogram, lalu melonjak ke Rp 62.500 per kilogram.

”Tren kenaikan terus berlanjut hingga 18 September, di mana harga memuncak ke Rp65.000 per kilogram dan konsisten bertahan hingga 21 September," terang Sunada, Rabu (23/9/2026).

Ironisnya, tingginya lonjakan harga cabai di pasaran tak lantas membuat para petani meraup untung besar. 

Sepanjang periode 1 hingga 21 September, harga cabai rawit merah di tingkat petani justru mandek di angka Rp 46.000 per kilogram.

Melihat kondisi tersebut, Sunada menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga batas bawah di tingkat produsen agar jerih payah para petani tetap terlindungi.

“Lebih murah dari ini, kasihan petani,” tegasnya.

Fenomena ketimpangan harga antara produsen dan konsumen ini rupanya juga menimpa komoditas pangan lainnya di Bali. 

Untuk komoditas bawang merah, harganya di tingkat konsumen sempat dibuka pada angka Rp42.500 per kilogram pada awal September, sebelum melorot ke Rp25.000 per kilogram pada 18 hingga 21 September. 

Sementara di tingkat petani, harganya relatif stabil di angka Rp 20.000 per kilogram.

Kondisi serupa terjadi pada bawang putih yang dijual di kisaran Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram di pasaran, sedangkan harga di tingkat petani hanya dihargai Rp20.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah besar berfluktuasi antara Rp20.000 hingga Rp27.500 per kilogram di pasaran, dengan catatan per 21 September berada di angka Rp25.000 di pasaran dan Rp23.000 di tingkat petani. 

Adapun komoditas tomat pada tanggal yang sama dipatok Rp8.000 per kilogram di pasaran dan Rp6.000 per kilogram di tingkat petani.

Guna mengantisipasi permainan harga dan menjaga stabilitas pasokan, Distanpangan Bali memastikan terus memantau pergerakan harga harian secara rutin dari tingkat produsen hingga ke sejumlah pasar induk utama, seperti Pasar Badung, Pasar Kreneng, dan Pasar Ketapian. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Bali Hari Ini Harga Cabai Bali Distanpangan Bali Petani Cabai Bali Harga Bahan Pokok Bali