Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tandai 22 Tahun Berkarya Lewat Album “Tajir Melintir”. Pertama Kalinya Lolot Rilis Single Indonesia

Marsellus Pampur • Senin, 6 April 2026 | 16:45 WIB
22 TAHUN BERKARYA: Para personel Lolot berpose setelah merilis album kesebelas. Album tersebut menunjukkan eksistensi selama 22 tahun berkarya. (Marsellus Pampur/Radar Bali)
22 TAHUN BERKARYA: Para personel Lolot berpose setelah merilis album kesebelas. Album tersebut menunjukkan eksistensi selama 22 tahun berkarya. (Marsellus Pampur/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id - Band rock legendaris Bali, Lolot, menghadirkan gebrakan baru. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, grup yang dikenal lewat lagu-lagu berbahasa Bali ini merilis sebuah single berbahasa Indonesia berjudul “Cerita Kita”.

Lagu tersebut menjadi salah satu dari enam karya anyar yang dimuat dalam album ke-11 mereka bertajuk Tajir Melintir. Album tersebut resmi diperkenalkan ke publik dalam format kepingan VCD.

Band yang digawangi Made Bawa (vokal, gitar), Donnie Lesmana (gitar), Hendra (drum), dan Lanang alias Mr. Botax (bass) ini tetap mengusung tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk kisah percintaan.

”Secara umum, temanya masih sama dengan album sebelumnya," ujar Made Bawa saat ditemui di Denpasar belum lama ini.

Bagi Lolot, album ke-11 ini bukan sekadar rilisan baru, tetapi juga penanda perjalanan panjang mereka di industri musik yang telah menginjak 22 tahun. Di usia yang tidak lagi muda, Lolot ingin menunjukkan bahwa mereka tetap solid dan produktif.

Soal rahasia bertahan hingga puluhan tahun, Lanang Botax mengaku kunci utamanya adalah minim konflik internal. Ia menyebut hubungan antar personil berjalan alami tanpa banyak gesekan berarti.

Menariknya, pioner genre Bali Rock Alternative ini punya cara unik dalam menyelesaikan persoalan sekaligus merancang karya. Diskusi penting kerap dilakukan di meja makan.

”Kami bicara karya lebih serius pasti di meja makan. Misalnya pas makan siang dan selalu ketemu titik terang. Pasti ada jalan keluar," ungkap Lanang.

Selain dikenal sebagai bassist, Lanang juga memiliki hobi memasak dan bahkan mengelola warung kuliner khas Bali.

Senada dengan itu, Donnie Lesmana menilai kekompakan Lolot terjaga karena adanya sikap saling memahami di antara personel.

”Kami lebih ke saling mendengar dan saling pengertian saja sehingga band kami masih bisa berkarya sampai sekarang," tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #band #album #single #Lolot Band