SINGARAJA, RadarBuleleng.id - KLa Project tampil di panggung utama Tugu Singa Ambara Raja dalam rangkaian Buleleng Festival 2026, Selasa (18/8/2026) malam.
Penampilan grup musik yang dibentuk pada 23 Oktober 1988 tersebut menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya sejak terbentuk 37 tahun silam, KLa Project tampil di Buleleng.
KLa Project merupakan grup musik Indonesia yang dibentuk oleh Katon Bagaskara, Adi Adrian, Harry Goro, dan Romulo Radjadin alias Lilo.
Katon mengisi posisi vokal dan gitar, Adi pada keyboard, synthesizer dan piano, Harry sebagai drummer, sedangkan Lilo pada gitar dan vokal.
Katon Bagaskara membuka penampilan dengan lagu "Gerimis" dari album KLakustik #1. Penonton yang memadati kawasan panggung utama langsung ikut bernyanyi.
Penampilan dilanjutkan dengan "Menjemput Impian" dari album Klasik. Lagu tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton yang tampak larut dalam nostalgia.
"Saya cuma bisa bilang wow penontonnya," kata Katon setelah membawakan lagu tersebut.
Lilo, sapaan Romulo Radjadin, kemudian menyapa penonton Buleleng. Dia mengaku senang KLa Project dapat tampil dalam ajang Buleleng Festival 2026.
"Senang sekali KLa Project bisa manggung di Buleleng Festival. Mari berdoa agar malam ini tidak hujan. Senang sekali semesta mendukung kita malam ini," ujar Lilo.
KLa Project selanjutnya membawakan "Belahan Jiwa" dari album Pasir Putih. Sebelum lagu dimainkan, Katon mengajak penonton mengingat kembali masa ketika komunikasi belum menggunakan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp maupun BlackBerry Messenger.
"Ini lagu tercipta saat belum ada WhatsApp, belum ada BBM (BlackBerry Messenger), hanya mengirim surat kepada orang tercinta. Asyik nggak sih?" ujar Katon.
Lagu "Semoga" dari album Best Cuts kemudian dibawakan. Usai menyanyikan lagu itu, Katon menyampaikan harapan agar Indonesia semakin baik setelah momentum peringatan kemerdekaan.
"Semoga setelah kemerdekaan ini, hari proklamasi kita akan lebih baik dari hari ini. Semoga berawal dari Bali, mengalir ke seluruh Indonesia, membawa damai dan luar biasa sukses," katanya.
Di tengah penampilan, Lilo juga mengajak penonton mengheningkan cipta sebagai bentuk duka cita bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Setelah itu, KLa Project kembali menghibur penonton melalui lagu "Tak Bisa ke Lain Hati" dari album Pasir Putih. Lagu tersebut disambut dengan nyanyian bersama dari penonton.
KLa Project kemudian membawakan "Suka-Suka" yang juga berasal dari album Pasir Putih. Dalam lagu tersebut, mereka menyisipkan medley "Tabola Bale" yang membuat suasana panggung semakin meriah.
Penampilan berlanjut dengan "Tak Bisa ke Lain Hati", kemudian "Yogyakarta".
KLa Project akhirnya menutup penampilan malam itu dengan lagu "Tentang Kita". (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng