Tampil Unik Format Akustik, Lolot Band Tutup Bulfest 2026

Eka Prasetya • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:01 WIB
AKUSTIK: Penampilan Lolot Band di panggung utama Buleleng Festival pada Minggu (24/8/2026) malam. Mereka tampil dengan format akustik. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
AKUSTIK: Penampilan Lolot Band di panggung utama Buleleng Festival pada Minggu (24/8/2026) malam. Mereka tampil dengan format akustik. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Panggung Utama Buleleng Festival (Bulfest) 2026 di Tugu Singa Ambara Raja diisi dengan penampilan unik nan istimewa pada Minggu (23/8/2026) malam.

Band ikonik Bali Rock Alternatif, Lolot Band, mengisi panggung penutupan dan mengobati kerinduan ribuan Bali Rocker yang memadati kawasan pusat Kota Singaraja.

Grup musik yang digawangi Made Bawa (vokal/gitar), Lanang (bas), Hendra (drum), dan Doni Lesmana (gitar) ini menggebrak diawali tembang “Metilar Tan Megatra”, dilanjutkan dengan lagu hits “Tresna Ngemasin Tiwas” serta “Lelut”.

Meski tampil dengan suara agak serak usai padatnya jadwal manggung, Made Bawa tetap piawai membius penonton. 

Di sela-sela penampilannya, sang vokalis tak lupa memberikan edukasi dan menyisipkan pesan damai demi kelangsungan ajang tahunan warga Buleleng tersebut.

"Tetap jaga keamanan dan ketertiban demi kelangsungan Bulfest ke depannya nggih. Jangan sampai terulang lagi seperti yang kemarin-kemarin ya, ini justru menghambat pagelaran berikutnya. Kita ingin tetap kumpul seperti ini lagi kan? Tetap jaga keamanan," kata Made Bawa disambut sorak-sorai penonton.

Suasana semakin bergemuruh saat lagu “Luh Rai Putri Bali” dan “Kehalangin Kasta” dibawakan secara kolosal bersama koor ribuan penonton. 

Kejutan manis hadir saat Lolot menggandeng penyanyi Tiari Bintang untuk membawakan tembang duet “Swalapatresna”.

Ada yang unik dalam penampilan Lolot di Bulfest 2026 kali ini. Rangkaian tembang dipadukan dengan aransemen akustik yang jarang disajikan Lolot di panggung-panggung besar.

Aksi berlanjut dengan suguhan medley lagu-lagu legendaris seperti “Tukang Suntik” yang dipadu “Punyah”, “Dagang Kopi Jegeg”, “Tresna Memaksa”, hingga “Artha Utama”.

"Ini pertama kalinya kami dikasih tantangan untuk main akustik. Emosi kita sebenarnya nggak begini, tapi kita dipaksa duduk, jangan ke mana-mana," kelakar Made Bawa diiringi gelak tawa penonton.

"Jadi Lolot Band itu main akustik oke, main band jingkrak-jingkrak juga oke," tambah sang basis, Lanang.

Mengobati dahaga musik cadas di penghujung acara, Lolot kembali menggebrak lewat lagu “Beli Naskeleng” dan “Ngugut Jeriji”, sebelum akhirnya memungkas malam penutupan Bulfest 2026 lewat lagu “De Bes Ruet”. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Bulfest 2026 Konser Lolot Buleleng Bali Rocker berita buleleng Lolot Band