SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kawasan hutan lindung di sekitar Pura Melanting dan Pura Kerta Kawat, Desa Banyupoh, Kabupaten Buleleng, Bali, dilalap api.
Petugas pemadam kebakaran kesulitan mengerahkan armada ke lokasi kejadian. Karena keterbatasan akses jalan.
Kebakaran itu dilaporkan telah terjadi sejak Rabu (8/10/2025) siang. Awalnya warga melihat ada asap yang mengepul di sisi selatan Pura Melanting.
Namun semakin malam, api justru semakin besar. Hembusan angin membuat titik api semakin lebar.
Warga pun sempat panik. Karena pada malam hari kobaran api terlihat dengan sangat jelas.
Kepala Desa Banyupoh, Putu Sukerata mengatakan, titik api sebenarnya cukup jauh dari pemukiman warga.
Namun pihaknya tetap was-was. Karena dalam beberapa hari belakangan angin berhembus cukup kencang.
“Kemarin sempat ada upaya pemadaman manual. Warga dengan petugas kehutanan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kadus, naik ke lokasi kebakaran. Tapi karena angin kencang, apinya cepat sekali menyebar,” kata Sukerata, Kamis (9/10/2025).
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, Kappa Tri Aryandono mengatakan, pihaknya sebenarnya telah mengerahkan armada pemadam kebakaran ke titik kebakaran hutan.
“Kami sudah kirim satu regu semalam. Tapi karena lokasinya tidak bisa dijangkau armada, kami hanya pantau saja,” kata Kappa.
Meski begitu, regu damkar yang bertugas di Pos Seririt masih tetap memantau titik api di kawasan Pura Melanting dan Pura Kerta Kawat.
“Informasi pagi ini, api sudah padam tersisa asap. Tapi tetap terus kami pantau, karena hembusan angin kencang bisa memicu kebakaran lagi,” demikian Kappa. (*)
Editor : Eka Prasetya