Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mimih! Kebakaran Hutan di Banyupoh Buleleng Lahap Lahan Seluas 6,14 Hektare

Francelino Junior • Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:42 WIB

 

BERKOBAR: Api yang melalap hutan di kawasan Desa Banyupoh, Buleleng.
BERKOBAR: Api yang melalap hutan di kawasan Desa Banyupoh, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kebakaran hutan yang melanda wilayah barat Buleleng, ternyata melahap lahan yang cukup luas. 

Sedikitnya 6,14 hektare kawasan hutan produksi terbatas dan hutan lindung di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, hangus dilalap api pada Rabu (8/10/2025) malam. 

Luasan lahan yang terbakar, setara dengan luas 8 buah lapangan sepakbola.

Titik kebakaran berada di Blok/Petak HP-34 dan HL-26 yang berada di perbukitan Dusun Melanting dan Dusun Kerta Kawat.

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.00 WITA oleh Kepala Dusun Melanting yang melihat kobaran api di area perbukitan. 

Laporan langsung diteruskan kepada perbekel dan Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Bali Utara, lengkap dengan rekaman video. 

Tak lama, Tim Pengendalian Kebakaran Hutan KPH Bali Utara tiba di lokasi sekitar pukul 18.35 WITA.

Namun upaya pemadaman tak berjalan mulus. Medan yang terjal, licin, dan menanjak membuat petugas gabungan dari polisi, BPBD, dinas damkar, Satpol PP, KPH, hingga perangkat desa hanya bisa melakukan pemantauan dari Posko Banyupoh. 

Akses menuju titik api tidak bisa ditembus kendaraan maupun personel.

“Areal yang terbakar tidak bisa didekati. Petugas hanya bisa melakukan penyekatan dari kejauhan agar api tidak merambat,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz.

Cuaca panas disertai angin kencang mempercepat merambatnya api. Diduga, gesekan ranting kering di area perbukitan menjadi pemicu munculnya percikan api. 

Pada sore harinya, hembusan angin di wilayah itu memang cukup ekstrem, membuat kobaran api cepat membesar.

Satu unit mobil pemadam dari Pos Seririt dikerahkan dan tiba sekitar pukul 20.50 WITA, namun tetap tidak bisa menembus medan. 

Petugas hanya bersiaga, memastikan tidak ada titik api baru muncul.

“Kami tetap stand by meskipun tidak bisa mendekat ke titik api,” ujar Plt Kepala Dinas Damkar Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono.

UPTD KPH Bali Utara menyebut asap sudah mulai terlihat sejak pukul 15.30 WITA. 

Malam hari, api muncul dan menjalar cepat melalui semak kering, rumput ilalang, serasah, dan tonggak kayu di area yang sangat kering.

Beruntung, sekitar pukul 21.30 WITA, kobaran api mulai mengecil seiring berkurangnya angin dan habisnya material mudah terbakar. Total area yang terbakar tercatat mencapai 6,14 hektare.

“Sekitar pukul 01.30 WITA api dinyatakan padam, dan pukul 12.25 WITA Kamis siang kebakaran dipastikan selesai,” jelas Plt Kepala UPTD KPH Bali Utara, Hesti Sagiri. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hutan #bali #Pemadam #kebakaran hutan #kebakaran #api #Hutan Produksi Terbatas #hutan lindung #lahan #bali utara #buleleng