Dharma Santi Nyepi di Gerokgak Jadi Ruang Perkuat Kedamaian dan Komunikasi Pemimpin dengan Masyarakat

Eka Prasetya • Dipublikasikan Sabtu, 9 Mei 2026 | 14:29 WIB
DHARMA SANTI: Kegiatan Dharma Santi Nyepi Kecamatan Gerokgak yang digelar di Gedung Serba Guna Desa Adat Gerokgak, pada Sabtu (9/5/2026). (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
DHARMA SANTI: Kegiatan Dharma Santi Nyepi Kecamatan Gerokgak yang digelar di Gedung Serba Guna Desa Adat Gerokgak, pada Sabtu (9/5/2026). (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Suasana kebersamaan dan nuansa spiritual mewarnai kegiatan Dharma Santi Nyepi yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (9/5/2026). 

Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat adat, tokoh agama, hingga tokoh adat dari berbagai wilayah di Kecamatan Gerokgak.

Dharma Santi digelar sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi sekaligus menjadi momentum mempererat komunikasi antara masyarakat dengan para pemimpin daerah.

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni pasca-Nyepi, melainkan bagian dari upaya membangun hubungan harmonis di tengah masyarakat.

“Dharma santi yang kita laksanakan hari ini kaitan dengan pelaksanaan hari raya Nyepi kemarin kami laksanakan dengan konsep bagaimana membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemimpin, bagaimana saling mendukung dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurut Arya, pelaksanaan Dharma Santi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, panitia turut menghadirkan dalang guna menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui pendekatan budaya dan spiritual.

“Dalam kegiatan ini kami juga mengundang dalang bagaimana mengimplementasikan yang utuh, yang nyata kita jalani dan pahami, dan implementasikan secara menyeluruh,” katanya.

Ia menilai kehidupan sehari-hari sering kali dianggap sederhana, padahal banyak nilai penting yang harus dijadikan pedoman dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Kehidupan seringkali kita anggap sepele, ternyata kita harus menjadikan catatan yang baik, bahwa pengabdian itu sebaik-baiknya untuk masyarakat,” imbuhnya.

Politisi asal Gerokgak itu juga menegaskan filosofi Dharma Santi tidak hanya berkaitan dengan perayaan keagamaan, tetapi juga bagaimana pemimpin mampu menghadirkan rasa damai dan ruang spiritual di tengah masyarakat.

“Berkaitan dengan yang kita lakukan hari ini adalah filosofi dari Dharma Santi bagaimana pemimpin memunculkan kedamaian di masyarakat, membangun ruang-ruang spiritual di masyarakat,” tandas Arya.

Sementara itu Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengapresiasi pelaksanaan Dharma Santi tersebut. Kendati sudah lebih dari sebulan sejak hari raya Nyepi, namun masyarakat tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Ruang seperti ini harus tetap dijaga, untuk menjaga kebersamaan umat, khususnya di Kabupaten Buleleng,” demikian Sutjidra. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
dharma santi gerokgak nyepi buleleng