SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng memperkuat sektor pertanian dan hortikultura sebagai langkah mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kecamatan Gerokgak kini diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis karena dinilai memiliki potensi besar dari sisi lahan, sumber daya alam, hingga pengembangan komoditas unggulan.
Hal itu disampaikan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat ditemui di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Sutjidra, Kecamatan Gerokgak memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat pertanian, hortikultura, perikanan, hingga industri pangan di Buleleng.
“Gerokgak ini salah satu kecamatan yang sangat potensial. Pengembangan industri perikanan dan pertanian secara luas sangat memungkinkan karena lahannya cukup besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Buleleng telah melakukan pemetaan lahan potensial di sembilan kecamatan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Setiap wilayah dipetakan berdasarkan karakteristik lahan dan komoditas unggulannya masing-masing.
Dalam skema tersebut, Gerokgak menjadi salah satu kawasan yang diprioritaskan sebagai penyangga ketahanan pangan nasional.
Kawasan Pejarakan dan sejumlah wilayah lain di Gerokgak dinilai cocok untuk pengembangan pertanian hortikultura berkelanjutan.
Sutjidra mengungkapkan, Kabupaten Buleleng menjadi satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang dipilih untuk menjalankan program pengembangan ketahanan pangan nasional.
“Dari sekitar 540 kabupaten di Indonesia, hanya 13 kabupaten yang dipilih dan Kabupaten Buleleng menjadi salah satunya. Pengembangan difokuskan pada empat komoditas utama, yakni dua komoditas buah dan dua komoditas hortikultura,” jelasnya.
Empat komoditas tersebut meliputi durian, manggis, bawang merah, dan sayuran hijau. Durian direncanakan dikembangkan di Kecamatan Busungbiu dan Seririt.
Sementara itu, pengembangan bawang merah diarahkan di Kecamatan Gerokgak, Kubutambahan, dan Sawan.
Adapun sayuran hijau akan dikembangkan di wilayah dataran tinggi yang dinilai mendukung produktivitas pertanian.
Menurut Sutjidra, seluruh potensi tersebut telah dipetakan secara detail agar pengembangan komoditas dapat berjalan lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan hingga 2029, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Selain pengembangan komoditas, Pemkab Buleleng juga menyiapkan dukungan infrastruktur pertanian, khususnya terkait pengairan dan akses jalan usaha tani.
“Mengenai kebutuhan air untuk pengembangan pertanian, nantinya akan dimanfaatkan Bendungan Gerokgak. Dari hasil pengamatan, kawasan sepanjang aliran bendungan memiliki potensi lahan dan ketersediaan air yang cukup baik,” paparnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan memperbaiki jaringan irigasi dan jalan usaha tani melalui program bantuan dari pemerintah pusat.
Nantinya pemerintah juga menyiapkan pembangunan embung penampungan air untuk memperkuat sistem pengairan pertanian di kawasan Gerokgak dan sekitarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya