SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, tahun ini tampil berbeda.
Jika biasanya Agustusan identik dengan lomba gerak jalan, kali ini belasan regu Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) justru adu kekompakan dalam Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) di kawasan Bendungan Gerokgak, Kamis (6/8/2026).
Atraksi para anggota Satlinmas itu sukses menyita perhatian warga. Barisan yang rapi, gerakan yang serempak, hingga aba-aba yang lantang menjadi tontonan tersendiri.
Apalagi, ada regu yang dipimpin komandan peleton perempuan, bahkan satu regu seluruh anggotanya merupakan perempuan.
Sebanyak 14 regu Satlinmas dari seluruh desa di Kecamatan Gerokgak ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Selain memeriahkan HUT RI, kegiatan itu menjadi ajang membangun kedisiplinan, kekompakan, serta memperkuat jiwa korsa para anggota Satlinmas.
Camat Gerokgak, I Gede Arya Rimbawa Giri, mengatakan konsep peringatan HUT RI tahun ini sengaja dibuat berbeda dari tahun sebelumnya.
"Tahun lalu kami menggelar lomba gerak jalan untuk ibu-ibu PKK. Tahun ini kami menyasar Satlinmas agar ada suasana yang berbeda dalam perayaan HUT RI," ujarnya.
Menurut Giri, Satlinmas merupakan ujung tombak pemerintah desa dalam menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.
Keberadaan mereka juga selalu dilibatkan dalam berbagai agenda penting, mulai dari kegiatan kemasyarakatan hingga pengamanan pesta demokrasi.
"Satlinmas memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Mereka ikut menjaga keamanan berbagai kegiatan, termasuk saat pemilu, pilkada, maupun pilpres," katanya.
Karena itu, lomba PBB tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana meningkatkan kesiapsiagaan anggota Satlinmas dalam menjalankan tugas perlindungan masyarakat di desa masing-masing.
Terlebih, pada 2027 mendatang sebanyak 11 dari 14 desa di Kecamatan Gerokgak dijadwalkan menggelar pemilihan perbekel. Kondisi itu membuat kesiapan personel Satlinmas menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat.
"Kami akan terus mengevaluasi bentuk perlombaannya setiap tahun agar tetap menarik, tidak membebani anggaran desa, tetapi mampu menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat," imbuhnya.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Satlinmas Desa Tukadsumaga.
Regu tersebut dipimpin seorang komandan peleton perempuan. Sementara Satlinmas Desa Pengulon tampil unik karena seluruh personilnya merupakan perempuan.
Sebelum tampil di arena lomba, seluruh peserta menjalani latihan intensif yang dipandu langsung oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa di desa masing-masing.
Ketua Panitia, Putu Dony Sugiartha, menjelaskan penilaian tidak hanya didasarkan pada ketepatan gerakan baris-berbaris.
"Materi yang dinilai meliputi ketepatan gerakan, kekompakan, kerapian, disiplin, sikap, semangat, serta penguasaan materi sesuai ketentuan dewan juri," jelasnya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Satlinmas Desa Tukadsumaga berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Satlinmas Desa Pengulon, sedangkan Satlinmas Desa Gerokgak menempati peringkat ketiga. Para pemenang memperoleh trofi serta uang pembinaan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng