Nihil Setelah 7 Hari, Pencarian Bocah SD Hilang Terseret Ombak Pantai Gerokgak Dihentikan

Francelino Junior • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 06:44 WIB
PENCARIAN: Proses pencarian siswa SD di Gerokgak yang hilang tenggelam. Setelah 7 hari pencarian tak kunjung membuahkan hasil. (Polsek Gerokgak)
PENCARIAN: Proses pencarian siswa SD di Gerokgak yang hilang tenggelam. Setelah 7 hari pencarian tak kunjung membuahkan hasil. (Polsek Gerokgak)

 

GEROKGAK, RadarBuleleng.id – Operasi pencarian terhadap Gede Adimas Raditya Wibawa, 11, bocah kelas 5 SD asal Banjar Dinas Batu Agung, Desa Gerokgak, Buleleng yang hilang terseret ombak di Pantai Gerokgak resmi dihentikan pada Rabu (30/9/2026). 

Penutupan dilakukan tim SAR gabungan setelah pencarian intensif selama tujuh hari berturut-turut sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP) tidak membuahkan hasil.

Keluarga korban kini hanya bisa pasrah dan berharap mukjizat agar buah hati mereka kelak dapat ditemukan.

”Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar ada mukjizat anak kami yang tenggelam ini bisa ditemukan,” tutur I Made Wenten, perwakilan keluarga korban usai prosesi penutupan operasi pencarian.

Upaya pencarian hari terakhir dimulai sejak pukul 07.15 WITA dengan menyisir perairan Gerokgak. 

Sekitar pukul 10.50 WITA, tim gabungan kembali ke daratan dan menggelar konsolidasi bersama pihak keluarga di Aula Kantor Perbekel Desa Gerokgak untuk menandatangani berita acara penghentian operasi SAR.

Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan menjelaskan, tim menghadapi kendala alam yang cukup berat selama seminggu pencarian. 

Arus bawah laut yang deras serta gelombang tinggi membuat air laut keruh dan membatasi jarak pandang tim penyelam.

”Hingga hari ketujuh, keberadaan korban belum ditemukan. Sesuai regulasi, operasi pencarian resmi ditutup. Meski begitu, kami tetap melakukan pemantauan berkala dan berkoordinasi dengan warga pesisir jika ada perkembangan informasi,” terang Donny.

Insiden memilukan ini bermula pada Kamis (24/9/2026) sore sekitar pukul 15.30 WITA. 

Korban datang ke pantai bersama dua rekan sebaya untuk mandi di pantai.

Saat itu Adimas dan seorang rekannya nekat berenang ke tengah menggunakan styrofoam bekas yang mereka temukan di pesisir pantai. Sementara itu, rekan yang lain memilih menunggu di pinggir.

Nahas, ombak besar mendadak muncul dan menyeret keduanya ke tengah laut. Dalam kondisi tersebut, rekan mereka yang ada di tepi pantai bergegas lari ke arah tambak untuk meminta pertolongan warga.

Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi mengungkapkan, tiga orang pekerja tambak langsung berupaya menyelamatkan anak-anak yang terseret arus tersebut.

”Satu anak atas berhasil diselamatkan dengan cara ditarik dari gulungan ombak. Namun, korban Adimas sudah lebih dulu tenggelam dan hilang dari penglihatan,” jelas Kompol Derawi.

Meski upaya pencarian telah dikerahkan sejak malam pertama kejadian hingga melibatkan tim gabungan Basarnas, Polairud, TNI, dan warga lokal, proses pencarian tak kunjung membuahkan hasil. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Pantai Gerokgak Bocah Tenggelam Buleleng SAR Buleleng Peristiwa Bali