Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pencurian Pratima di Banjar Jawa Buleleng, Kerugian Capai Rp 20 Juta

Francelino Junior • Kamis, 28 Maret 2024 | 01:47 WIB

Tim Inafis Polres Buleleng lakukan olah TKP di merajan yang kemalingan di Kelurahan Banjar Jawa. Diketahui dua pasang pratima dan satu balai bagia yang terbuat dari emas raib.
Tim Inafis Polres Buleleng lakukan olah TKP di merajan yang kemalingan di Kelurahan Banjar Jawa. Diketahui dua pasang pratima dan satu balai bagia yang terbuat dari emas raib.
SINGARAJA-Pencurian kembali terjadi di Kabupaten Buleleng. Bahkan pencurian yang menyasar tempat suci, kembali terjadi.

Pencurian yang menyasar merajan milik salah satu dadia atau kelompok di wilayah Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng terjadi pada Selasa (26/3).

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika menyebutkan bila pencurian di merajan ini menyasar dua pasang pratima yang terbuat dari emas yang tersimpan di dalam gedong simpen, dan satu balai bagia yang moncongnya terbuat dari emas.

Hilangnya benda-benda suci ini diketahui oleh jero mangku merajan pada Selasa (26/3) sekitar pukul 06.00 Wita saat melakukan persembahyangan.

“Setelah diketahui hilang, jero mangku merajan lalu menghubungi Gede Semadi Wija selaku ketua dadia, kemudian dilaporkan ke Polres Buleleng. Kerugian ditafsir mencapai Rp 20 juta,” terang AKP Diatmika dikonfirmasi pada Rabu (27/3) sore.

Pasca dilaporkan, Polres Buleleng langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menghimpun keterangan dari saksi-saksi, guna mendalami laporan pencurian ini.

“Kemarin (Selasa) sudah dilakukan olah TKP oleh Tim Inafis Polres Buleleng. Saat ini masih dalam penyelidikan,” lanjut Kasi Humas Polres Buleleng itu.

Selain itu, Polres Buleleng juga mencari informasi terkait jual beli pratima atau barang-barang antik untuk koleksi.

Mengingat tidak menutup kemungkinan pencuri sudah menjual barang curiannya itu.

Pis bolong kadang terbuat dari bahan berharga seperti perunggu atau emas. Kami akan sisir kolektor barang seperti itu,” tambahnya.

Terpisah, Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengharapkan 14 banjar adat di bawah naungannya, salah satunya Banjar Adat Banjar Jawa untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di pura.

Mengingat belakangan ini marak terjadi pencurian yang menyasar tempat suci.

Sutrsina menduga pelaku yang menyasar tempat suci Hindu, mengincar pis bolong kuno karena memiliki nilai kesakralan. 

“Pratima itu terbuat dari pis bolong, uang jaman dulu. Pis bolong kuno sangat dicari, karena sangat unik dan sakral,” jelasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#pratima #Polres Buleleng #pencurian pratima #pura