Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Barang Bukti Pencurian Pratima di Pura Mas Penyeti Misterius. Ada yang Ngaku Dijual Untuk Beli Arak, Ada yang Ngaku Membuang Karena Takut

Francelino Junior • Jumat, 31 Mei 2024 - 01:08 WIB

 

REKONSTRUKSI: Polisi saat melakukan rekonstruksi kasus pencurian pratima yang terjadi di Pura Mas Penyeti beberapa waktu lalu.
REKONSTRUKSI: Polisi saat melakukan rekonstruksi kasus pencurian pratima yang terjadi di Pura Mas Penyeti beberapa waktu lalu.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Barang bukti dalam kasus pencurian pratima di Pura Mas Penyeti, Buleleng, hingga kini masih misterius.

Para pelaku pencurian di pura tersebut ada yang menyebut bahwa pratima telah dijual. Ada pula yang menyebut bila pratima hasil curian dibuang.

Pratima yang dicuri memiliki nilai yang sangat berharga bagi pengempon pura setempat.

Pratima yang hilang berupa keris pajenengan, dua buah bokor, serta pratima lanang-istri yang terbuat dari pis bolong dengan hiasan emas.

Pengempon pura pun berharap agar pratima-pratima itu bisa ditemukan. Mengingat pratima itu merupakan peninggalan leluhur mereka.

Baca Juga: Polisi Lakukan Rekonstruksi Kasus Pencurian Pratima di Pura Mas Penyeti Buleleng. Pelaku Local Boy Hanya Menunduk

Polisi pun melakukan rekonstruksi untuk memperjelas kemana sebenarnya pratima yang dicuri tersebut.

Para tersangka dihadirkan untuk memperagakan adegan pencurian pratima di Pura Mas Penyeti.

Tersangka-tersangka itu adalah Ruben, 23, warga Kelurahan Paket Agung; Yosua, 21, warga Kelurahan Paket Agung; Komang Merdana alias Ableh, 21, warga Kelurahan Paket Agung; serta Agus Adi Muliarta alias Gus Kocet, warga Kelurahan Liligundi.

Selain itu polisi juga mendatangkan Ketut S alias B, pelaku yang masih berusia 14 tahun. Polisi tidak menahan Ketut S alias B, karena dia masih berstatus anak-anak.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol I Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, setelah mencuri pratima dari Pura Mas Penyeti, para tersangka pergi ke RTH Taman Bung Karno. 

Di sana mereka sempat rapat kecil, untuk menentukan kelanjutan pratima hasil curian itu. Apakah akan segera dijual atau disimpan terlebih dahulu.

Mereka lalu memutuskan menjual pratima tersebut ke penadah. Namun, terkait penjualan itu, pengakuan para tersangka berubah-ubah.

Sejumlah tersangka menyebut bahwa pratima hasil curian dijual. “Mereka mengaku jual di Kelurahan Beratan, ada juga yang bilang di Desa Selat, bahkan Desa Kalianget,” kata Agus Dwi.

Para tersangka mengklaim hasil penjualan pratima telah dibagi. Selanjutnya hasil curian itu digunakan untuk membeli arak di Pantai Penimbangan.

Namun pengakuan berbeda diungkapkan tersangka Ketut S alias B. Dia menyebut bila pratima hasil curian dibuang.

Agus Dwi mengatakan, tersangka Ketut S alias B membuang pratima itu di Tukad Buleleng.

Sebelum menjual pratima itu, konon tersangka Ketut S alias B sempat membuka karung yang digunakan membungkus pratima hasil pencurian.

Saat membuka karung, dia melihat sosok pajenengan yang diyakini berstana di Pura Mas Penyeti.

Dia pun ketakutan, sehingga memilih membuang pratima tersebut. Pratima itu dibuang ke Tukad Buleleng. Dia membuang pratima dari Tukad Gempol. Namun setelah dilakukan pencarian, pratima itu tidak pernah ditemukan.

“Pengakuan ini yang perlu kami sinkronkan lagi,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pura Mas Penyeti dibobol maling pada Minggu (7/4/2024) pagi. Sejumlah pratima hilang dari gedong simpen.

Polisi kemudian berhasil menangkap para pelaku pada Jumat (26/4/2024) lalu. Salah satu pelakunya ternyata residivis pencurian pratima.

Kasus pencurian pratima di Buleleng sendiri sangat meresahkan. Sebab ada sejumlah pura yang dilaporkan dibobol maling.

Selain Pura Mas Penyeti, ada beberapa pura lain yang kehilangan pratima hingga akah pedagingan. Diantaranya 2 pura dadia di Kelurahan Banjar Jawa, Pura Dadia di Desa Adat Pumahan, serta Pura Dalem di Desa Adat Pumahan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Pura Mas Penyeti #pencurian #pratima #buleleng