Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Polisi Ungkap Duduk Perkara Perkelahian yang Melibatkan Kelompok Pemuda dari Desa Panji Anom, Desa Sidetapa, dan Security Bar

Francelino Junior • Selasa, 3 September 2024 | 21:32 WIB

 

PENGEROYOKAN: Peristiwa pengeroyokan yang terjadi di kawasan Lovina yang menyebabkan 5 orang pemuda dari Desa Panji Anom, Buleleng, mengalami luka serius.
PENGEROYOKAN: Peristiwa pengeroyokan yang terjadi di kawasan Lovina yang menyebabkan 5 orang pemuda dari Desa Panji Anom, Buleleng, mengalami luka serius.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Peristiwa perkelahian berdarah sempat terjadi di Jalan Raya Singaraja-Seririt, tepatnya di kawasan wisata Lovina.

Peristiwa perkelahian itu ternyata melibatkan tiga kelompok pemuda. Masing-masing dari Desa Panji Anom, Desa Sidetapa, dan security bar di Singaraja.

Polisi telah menetapkan enam orang tersangka dalam peristiwa tersebut. Keenamnya berasal dari tiga kelompok berbeda.

Mereka adalah HDB, 30,  dan Kadek AS, 40, yang merupakan security salah satu bar di kawasan Kota Singaraja. Selanjutnya ada Kadek OS, 42, yang berasal dari kelompok pemuda di Desa Sidetapa.

Kemudian ada tiga sekawan, masing-masing Komang YK, 19; Komang APY, 18; dan Made M, 21, yang berasal dari kelompok Desa Panji Anom.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika pun mengungkap secara gamblang peristiwa perkelahian tersebut.

Peristiwa bermula saat kelompok pemuda dari Desa Sidetapa, yaitu Kadek OS, Kadek BS, Gede OS, dan Putu T sedang nongkrong di kawasan Pantai Penimbangan pada Sabtu (24/8/2024) malam.

Pada saat yang sama, kelompok dari Desa Panji Anom juga nongkrong di kawasan yang sama. Mereka adalah Komang YKW, Komang APY, Putu I, Made M, dan Putu FM.

Setelah hari berganti, sekitar pukul 01.15 Minggu (25/8/2024) dini hari, kedua kelompok ini memilih bubar.

Kelompok pemuda dari Desa Sidetapa memilih kembali ke rumah mereka. Sementara kelompok dari Desa Panji Anom berencana mencari tempat nongkrong baru di sekitar Lovina.

Dalam perjalanan, kedua kelompok ini rupanya tidak sengaja bertemu di simpang lima Lovina. 

Saat itu dari kubu Panji Anom, yakni Komang YKW membonceng Komang APY. Sementara dari kubu Sidatapa yaitu Kadek OS membonceng Kadek BS.

Di sana terjadi kesalahpahaman. Keduanya terlibat senggolan. Sehingga terjadi perkelahian antara Komang APY dari kubu Panji Anom dengan Kadek OS dari kubu Sidetapa.

Selanjutnya rekan Kadek OS, yakni Putu T turun dari sepeda motor. Dia berencana membantu temannya yang sedang berkelahi.

Namun dari arah timur datang Putu I, Made M, dan Putu FM dari kubu Panji Anom. Hal ini membuat kelompok pemuda dari Sidetapa memilih mundur ke arah Kaliasem.

“Saat itu Kadek BS dari Sidatapa membawa kabur motor milik Komang YKW dari Panji Anom. Akhirnya dikejar sama kelompok Panji Anom, karena dikira mereka adalah begal,” ujar AKP Diatmika pada Senin (2/9/2024) pagi.

Pengejaran berhenti di depan salah satu minimarket di kawasan Lovina, yang berlanjut dengan keributan. Saat itu banyak juga orang yang melihat keributan antar dua kelompok pemuda itu. 

Putu T saat itu terkena pukulan. Sedangkan Komang YKW juga mendapat bogem mentah saat merebut kembali sepeda motornya yang dibawa kabur Kadek BS.

Saat keributan di salah satu minimarket itu, Kadek OS dari kubu Sidetapa, berlari ke arah barat. 

Putu I, I Made M, Komang APY, dan Putu FM dari kubu Panji Anom kemudian melakukan pengejaran kepada Kadek OS. 

Pengejaran berhenti di salah satu toko yang masih di kawasan Lovina, lalu keempat pemuda itu menganiaya Kadek OS.

”Saat itu ada juga beberapa orang yang datang melakukan penganiayaan kepada Kadek OS. Atas hal itu Kadek OS meminta bantuan ke security salah satu bar di Lovina untuk melerai,” lanjut Diatmika.

Kebetulan ada dua orang security, masing-masing HDB dan Kadek AS. Mereka berusaha membantu melerai. 

Namun langkah baik mereka tidak dihiraukan. Hal itu membuat emosi dua security itu memuncak. Mereka kemudian melakukan pemukulan terhadap Putu I, I Made M, dan Putu FM.

Saat situasi sudah mereda, tiba-tiba Gede OS dari kubu Sidetapa malah mengambil sebuah botol bir kosong yang ada di depan toko tersebut. 

Dia kemudian memukulkan ke bahu kanan dan wajah kanan Putu I, dari kubu Panji Anom. Pukulan dengan botol bir itu membuat wajah Putu I mengalami luka robek. 

Salah seorang security, yakni HDB kemudian melerai peristiwa tersebut. Para security lalu membawa para korban ke rumah sakit untuk berobat.

Pasca kejadian tersebut, baik kelompok pemuda dari Desa Panji Anom maupun kelompok pemuda dari Desa Sidetapa sama-sama melapor ke Polres Buleleng.

Dari peristiwa tersebut, polisi akhirnya melakukan gelar perkara untuk mengetahui rentetan peristiwa yang terjadi.

Setelah melakukan gelar perkara, memeriksa barang bukti, dan keterangan saksi-saksi, polisi akhirnya memutuskan menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus tersebut.

AKP Diatmika menyebutkan mereka semua disangkakan Pasal 170 KUHP karena melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang di tempat umum. Berdasarkan pasal tersebut, mereka terancam hukuman penjara hingga lima tahun.

“Yang ditetapkan tersangka ini terlibat penganiayaan. Sudah ditetapkan jadi tersangka sejak tanggal 26 Agustus. Kasus ini masih kami tangani,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sidetapa #Polres Buleleng #Panji Anom #pemuda #lovina #buleleng #perkelahian #security #polisi