Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bentrok Pemuda di Buleleng Diwarnai Aksi Todongkan Senjata. Polisi Telusuri Kepemilikan Senapan

Francelino Junior • Kamis, 26 September 2024 | 20:11 WIB

 

TODONGKAN  SENJATA: Seorang pemuda tampak menodongkan  senjata saat bentrok pemuda di simpang empat Kelurahan Banyuning.
TODONGKAN SENJATA: Seorang pemuda tampak menodongkan senjata saat bentrok pemuda di simpang empat Kelurahan Banyuning.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bentrokan antar pemuda di Buleleng terjadi saat hari raya Galungan, Rabu (25/9/2024).

Keributan itu melibatkan dua kelompok pemuda dari wilayah bertetangga. Yakni kelompok pemuda dari Desa Petandakan dan kelompok pemuda dari Kelurahan Banyuning.

Peristiwa bentrokan itu terjadi di simpang empat Kelurahan Banyuning pada Rabu malam. Perkelahian itu pun dengan cepat tersebar di media sosial.

Dalam video yang tersebar, tampak momen ketika seorang pemuda berlari di simpang empat Banyuning. Pemuda itu tampak membawa sepucuk senapan laras panjang.

Peristiwa itu pun memicu keresahan. Bahkan muncul desas desus bahwa terdengar suara letupan senjata saat keributan itu.

Baca Juga: Perkelahian Pecah di Simpang Empat Banyuning, Buleleng saat Galungan. Ternyata Dipicu Perang Komentar di TikTok

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan saat dikonfirmasi, mengakui dalam bentrokan itu ada pemuda yang membawa sepucuk senjata.

Soal informasi suara letusan senjata, Agus menyatakan polisi masih menelusuri fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

“Soal informasi suara letusan atau tembakan, itu masih kami telusuri lagi. Apakah memang terjadi, atau hanya asumsi,” katanya.

Agus menyebut, hingga kini polisi tidak menemukan seorangpun warga yang terluka akibat tembakan dalam peristiwa perkelahian tersebut.

Lebih lanjut Agus mengatakan, polisi juga menelusuri fakta-fakta mengapa pemuda itu membawa senjata laras panjang saat keributan terjadi.

Menurutnya polisi telah mengamankan pemuda tersebut, termasuk sepucuk senapan yang digunakan. Dari hasil pengamatan, senjata itu merupakan senapan angin laras panjang.

Konon pemilik senjata baru selesai berburu. Saat kembali ke rumah, mereka menemukan bahwa teman-temannya dikeroyok di simpang Banyuning.

“Pengakuannya begitu. Dia baru selesai berburu, kemudian melintas. Melihat temannya dikeroyok, niatnya mau mendamaikan. Masih kami dalami lagi keterangannya,” kata Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, keributan antar kelompok pemuda pecah di Buleleng. Keributan itu melibatkan kelompok pemuda di Desa Petandakan dan pemuda di Kelurahan Banyuning.

Peristiwa bermula saat dua orang pemuda, masing-masing Kadek Is dan Krisna alias Dower terlibat perang komentar di media sosial TikTok.

Dari perang komentar itu, mereka berdua janji bertemu di Pantai Penarukan pada Rabu (25/9/2024) sore.

Ketika bertemu, mereka terlibat adu mulut, hingga akhirnya berujung aksi adu jotos.

“Sebenarnya perkelahian itu sudah selesai. Mereka sudah berdamai,” kata Kapolsek Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan.

Baca Juga: Pemuda Buleleng Baku Hantam saat Hari Raya Galungan, Perbekel Petandakan dan Lurah Banyuning Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah perkelahian itu, diduga ada salah seorang pemuda yang menyebarkan informasi kepada kelompoknya.

Dampaknya terjadi penghadangan di simpang Banyuning, yang berujung pada peristiwa pengeroyokan.

Menyusul keributan tersebut, kedua kelompok pemuda menjalani mediasi di Polsek Kota Singaraja.

Perbekel Petandakan, Wayan Joni Arianto, dan Lurah Banyuning, Nyoman Mulyawan pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait keributan tersebut. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Petandakan #senapan #Banyuning #pemuda #senjata #buleleng #Singaraja #perkelahian #polisi