Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kematian Misterius di Lovina: Nihil Rekaman CCTV, Polisi Tunggu Izin Autopsi dari Keluarga

Eka Prasetya • Selasa, 6 Mei 2025 | 02:09 WIB

 

Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Penyelidikan kasus kematian yang menewaskan Kadek Adi Wijaya, 24, warga Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, menemui jalan terjal.

Polisi belum banyak menemukan bukti-bukti yang terkait kasus kematian tersebut. Saksi-saksi yang diperiksa terkait peristiwa itu juga masih terbatas.

Kuat dugaan korban mati dalam kondisi tidak wajar. Dia ditemukan di Perumahan Grand Lovina dalam kondisi bersimbah darah pada Sabtu (3/5/2025) pukul 01.00 dini hari.

Hingga Senin (5/5/2025) sore, aparat kepolisian Polres Buleleng belum dapat memastikan penyebab kematian korban Adi Wijaya.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

“Mengenai penyebab pasti kematian korban, mohon sabar dulu. Kami masih menunggu visum dari tim medis,” kata AKP Diatmika saat ditemui di Polres Buleleng.

Baca Juga: Sebelum Ditemukan Meninggal, Kadek Adi Sudah Dilarang Pergi oleh Keluarga

Menurut Diatmika, pihak kepolisian sebenarnya telah mengajukan permintaan autopsi terhadap jenazah korban. Tujuannya, memperjelas penyebab pasti kematian korban.

Namun hingga Senin siang, pihak keluarga belum memberikan persetujuan terkait autopsi. Dampaknya tim forensik pun belum bisa melakukan autopsi.

Untuk sementara, polisi meminta agar jenazah korban tetap dititipkan di RSUD Buleleng untuk sementara waktu.

“Sementara jenazahnya masih di RSUD Buleleng. Kami masih menunggu persetujuan keluarga. Karena keluarga belum tanda tangan pernyataan autopsi,” ungkap Diatmika.

Hingga kini, polisi juga dikabarkan masih minim bukti terkait kasus tersebut. Polisi sudah melakukan penelusuran CCTV di sekitar lokasi kejadian. 

Sayangnya di perumahan tersebut tidak ada warga yang memasang kamera CCTV. Praktis hal itu makin menyulitkan penyelidikan polisi.

“CCTV masih diupayakan. Mudah-mudahan ada petunjuk. Yang jelas kami akan berupaya mengungkap apakah ini terkait kekerasan atau sebab lain,” tegas Diatmika.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas di kawasan Perumahan Grand Lovina, Desa Kalibukbuk, Sabtu (3/5/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.

Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, I Gusti Lanang Gede Yasa, yang keluar rumah setelah mendengar gonggongan anjing yang tak biasa. 

Begitu diperiksa, ia melihat sesosok pria tergeletak dalam kondisi mengenaskan, dengan darah mengalir dari kepala sebelah kiri. Diduga akibat kekerasan benda tumpul.

Yasa langsung melaporkan temuan tersebut ke aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian. Sayangnya, saat ditemukan, korban tidak membawa identitas apapun.

Belakangan, korban diketahui bernama Kadek Adi Wijaya. Sebelum ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah, korban sempat pamit hendak jalan-jalan kepada keluarganya.

Belakangan dia ditemukan dalam kondisi tewas, sekitar satu kilometer dari tempat tinggalnya.

Hingga kini, polisi masih menggali informasi lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian Kadek Adi Wijaya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kamera #visum #selat #autopsi #Polres Buleleng #lovina #sukasada #cctv #forensik #perumahan #buleleng #polisi