Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Rusia jadi Korban Pengeroyokan dan Pemerasan di Bali. Seret Nama Oknum Imigrasi dan Bandit Ukraina

Andre Sulla • Selasa, 15 Juli 2025 | 20:50 WIB

 

JALANI PERAWATAN: WNA Rusia, berinisial RSM saat menjalani perawatan di rumah sakit.
JALANI PERAWATAN: WNA Rusia, berinisial RSM saat menjalani perawatan di rumah sakit.

RadarBuleleng.id – Seorang pria asal Rusia berinisial RSM, 42, melaporkan telah menjadi korban pengeroyokan dan pemerasan di tempat tinggalnya di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Rabu malam (9/7/2025) sekitar pukul 23.00 WITA. 

Dalam laporannya, RSM menyebut pelaku diduga terdiri dari dua pria bertopeng berkebangsaan Ukraina, dan melibatkan dua orang yang mengenakan seragam menyerupai petugas Imigrasi.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, membenarkan pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari korban.

“Korban sudah diarahkan untuk melengkapi bukti-bukti pendukung, termasuk saksi, hasil pemeriksaan medis, dan dokumentasi luka, untuk membuat laporan resmi,” ujar Ariasandy.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, RSM mengantongi visa sebagai investor. Dia disebut menjalankan usaha bersama rekannya.

Baca Juga: Diburu Interpol, WN Rusia Diekstradisi dari Bali ke Moskow

Dalam laporannya ke polisi, RSM menyatakan bahwa data pribadinya diduga dijual oleh oknum Imigrasi Bali kepada pelaku kriminal.

“Imigrasi Bali menjual data saya ke bandit Ukraina. Mereka datang dan tahu persis saya tinggal bersama teman saya di alamat tersebut,” ungkap RSM kepada penyidik Polda Bali.

RSM mengaku, pada malam kejadian, dua pria mengenakan seragam mirip petugas Imigrasi datang bersama dua pria bertopeng. Mereka masuk secara paksa ke dalam rumah, lalu menganiaya dan memerasnya.

“Saya dipaksa bayar 150 ribu dolar AS, jika tidak saya akan dibunuh. Karena menolak, saya dipukuli sampai tak sadarkan diri,” tulisnya dalam laporan polisi.

RSM juga mempertanyakan soal keamanan data dan keselamatan warga asing di Bali. 

Korban telah menyampaikan permohonan perlindungan kepada aparat penegak hukum Indonesia dan meminta penyelidikan menyeluruh atas dugaan keterlibatan oknum petugas serta aksi kekerasan tersebut.

Kasus ini mencuat di tengah meningkatnya kekhawatiran warga negara asing terkait kebocoran data pribadi dan keselamatan mereka selama berada di Bali. 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Imigrasi Bali maupun Polda Bali terkait penyelidikan lebih lanjut. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, enggan berkomentar banyak. “Untuk sementara kami belum mendapat informasi tersebut,” ujarnya singkat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #bali #Laporan #rusia #imigrasi #jimbaran #hukum #pemerasan #pengaduan #pengeroyokan #polda bali #ukraina