Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mimih! Aksi Pelecehan Remas Pantat Terjadi di Penebel. Kejar Pelaku, Polisi Telusuri CCTV

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 3 Januari 2026 | 00:25 WIB

 

TELUSURI CCTV: Aparat kepolisian di Polsek Penebel menelusuri rekaman kamera CCTV di sejumlah titik terkait aksi pelecehan yang dialami seorang perempuan.
TELUSURI CCTV: Aparat kepolisian di Polsek Penebel menelusuri rekaman kamera CCTV di sejumlah titik terkait aksi pelecehan yang dialami seorang perempuan.

RadarBuleleng.id - Aksi pelecehan terhadap perempuan meresahkan warga di Kabupaten Tabanan, Bali. 

Kali ini, dugaan tindakan pelecehan dengan meremas pantat dialami seorang perempuan muda di jalur Buruan–Jegu, Kecamatan Penebel.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian serius kepolisian. Polsek Penebel tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pelecehan yang beraksi pada malam hari.

Informasi yang dihimpun, korban berinisial PISTP, 18, warga Desa Buruan. Ia menjadi korban pelecehan saat melintas di jalan Desa Buruan menuju Desa Jegu, Penebel.

Kejadian itu dialami korban pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 21.55 WITA. Saat itu, korban dibonceng temannya menggunakan sepeda motor. 

Terduga pelaku disebut mengendarai sepeda motor Honda Vario Techno warna hitam dengan strip merah dan mengenakan helm pilot.

Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, membenarkan adanya laporan dugaan aksi pegang pantat tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan kasus tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu terjadi usai korban mengikuti rapat di Balai Banjar Buruan Tengah. Setelah rapat, korban bersama temannya keluar untuk mencari makan di warung capcay.

Saat melintas di pertigaan Buruan ke arah barat, dari arah belakang korban tiba-tiba dipepet oleh seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Posisi korban saat itu duduk menyamping karena mengenakan kamen.

Merasa dipepet, korban sempat meminta temannya memperlambat laju motor dengan harapan pelaku akan mendahului. Namun, bukannya menjauh, pelaku justru semakin mendekat dan memegang pinggang hingga pantat korban.

Aksi tersebut membuat korban spontan berteriak. Temannya langsung mempercepat laju motor karena kondisi jalan yang sepi dan minim penerangan.

Setibanya di warung makan, korban sempat berhenti dan melihat pelaku melintas ke arah utara. Tak lama berselang, pelaku kembali melintas ke arah selatan. 

“Saat itu melihat secara jelas wajah dari pelaku yang tidak diketahui identitasnya dan langsung kabur,” ungkapnya.

Meski hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk, Polsek Penebel telah melakukan penelusuran dengan memeriksa sejumlah kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian hingga sepanjang Jalan Desa Buruan menuju Jegu. 

“Pemeriksaan CCTV khusus berada ruko atau toko modern yang ada di TKP,” ucapnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih waspada saat beraktivitas di malam hari. 

Jika memungkinkan, diharapkan tidak bepergian sendirian dan segera melapor ke polisi apabila mengalami atau mengetahui kejadian serupa. 

“Antisipasi semacam ini diperlukan untuk menghindari kejadian serupa tidak terulang lagi. Dan kami harapkan segera melapor ke polisi,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#penebel #bali #sepeda motor #warga #kepolisian #Jegu #pelecehan #perempuan #vario #tabanan #rapat