Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sudah Berhari-hari, Begal Tante Jenna di Bali Tak Juga Tertangkap

I Wayan Widyantara • Rabu, 11 Februari 2026 | 07:07 WIB

 

GEMAR TOURING: Juhaeryah Velina alias Tante Jenna, korban begal di Kerobokan Kelod semasa hidup. Dia dikenal sebagai anak motor yang doyan touring.
GEMAR TOURING: Juhaeryah Velina alias Tante Jenna, korban begal di Kerobokan Kelod semasa hidup. Dia dikenal sebagai anak motor yang doyan touring.

RadarBuleleng.id - Kasus pembegalan yang menewaskan Juhaeryah Velina, 46, atau akrab disapa Tante Jenna, belum juga terungkap. Hingga kini, tiga pelaku yang diduga terlibat masih berkeliaran. 

Kondisi ini memunculkan kegelisahan baru soal keamanan perempuan pengguna jalan di Bali, khususnya di kawasan Kerobokan dan Kuta Utara yang dikenal padat aktivitas hingga larut malam.

Lambannya pengungkapan kasus tersebut menuai kritik dari pihak keluarga korban dan Pengurus Nasional Honda ADV Indonesia (HAI). 

Dalam keterangan pers yang dibacakan Ketua HAI Chapter Badung, Dessy Sagita, komunitas motor itu mendesak aparat kepolisian bergerak lebih cepat dan tegas.

“Kami dari Pengurus Nasional dan seluruh Keluarga Besar Honda ADV Indonesia mengutuk dan menuntut tanggung jawab penuh para pelaku atas pembegalan yang berujung hilangnya nyawa,” tegas Dessy.

Ia menilai, peristiwa tragis ini tidak hanya menimpa korban dan keluarga, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara lain, terutama perempuan. 

Tante Jenna dikenal aktif di komunitas motor. Malam itu, ia baru saja mengikuti rapat dan kopdar di The Forum Gallery Cafe, Kerobokan Kelod.

Saat dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di kawasan Kuta, sepeda motor yang dikendarainya dipepet tiga pelaku. Rekaman CCTV menunjukkan para pelaku berusaha merampas tas korban. 

Aksi tersebut membuat korban kehilangan keseimbangan hingga menabrak tiang listrik di pinggir jalan.

Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di RS Garba Med pada Minggu (8/2/2026) dini hari.

Dessy menegaskan, aksi kejahatan yang bersifat acak seperti ini berpotensi mengancam siapa saja. 

Terlebih, banyak pengendara perempuan di Bali yang masih harus beraktivitas hingga malam hari.

“Kami berharap kepolisian segera menuntaskan kasus ini dan menjadikan kejadian ini yang terakhir di Bali. Keamanan dan kenyamanan pengendara motor, khususnya perempuan, harus benar-benar dijaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, menyatakan penyelidikan terkait kasus begal tersebut masih terus berjalan. 

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan sedikitnya 14 rekaman CCTV dari berbagai titik di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi para pelaku.

Dari hasil sementara, polisi menduga pelaku merupakan “pemain pemula” yang beraksi secara spontan.

“Kami menilai ini spontanitas. Mereka menyasar siapa saja selama ada kesempatan,” jelasnya.

Meski demikian, hingga kini belum satu pun dari tiga pelaku berhasil diamankan. Situasi tersebut memicu kekhawatiran publik bahwa kejahatan serupa berpotensi terulang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #begal #honda adv #komunitas motor #meninggal #kepolisian #pembegalan #kerobokan kelod #kerobokan #Tiang Listik #perempuan #kuta utara #cctv #pelaku #Nyawa