RadarBuleleng.id – Dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan kepemilikan senjata api (senpi) ilegal mengguncang Polres Gianyar.
Seorang anggota polisi berinisial Brigpol I Gede WT kini menjalani pemeriksaan di Seksi Propam Polres Gianyar lantaran diduga menjual senpi ilegal kepada seorang pelatih Mixed Martial Arts (MMA).
Kasus tersebut terkuak setelah Satuan Reskrim Polresta Denpasar menciduk pelatih MMA asal Kintamani berinisial Ade Ready MP alias ARM.
Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, membenarkan perihal pengamanan serta pemeriksaan intensif terhadap anggotanya tersebut.
"Kapolres telah memerintahkan Propam untuk menyelidiki secara mendalam anggota tersebut. Kami juga terus berkoordinasi dengan Polresta Denpasar yang menangani perkara utama kepemilikan senpi ini," ujar Suardita, Senin (28/9/2026).
Saat ini, Brigpol I Gede WT telah ditempatkan dalam pengawasan khusus Propam. Polres Gianyar menegaskan tidak akan mentoleransi dan siap menindak tegas setiap bentuk pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri.
Kasus senpi ilegal ini bermula saat jajaran Polresta Denpasar menggerebek kediaman ARM di Jalan Kaswari Gang Cempaka 1, Denpasar Timur, pada 18 Agustus 2026 sekitar pukul 19.30 WITA.
Dalam penggeledahan di lokasi, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senpi jenis Makarov Baikal warna silver serta 5 butir amunisi kaliber 32 ACP.
Kepada penyidik, ARM mengaku membeli senpi rakitan berkelas tersebut dari Brigpol I Gede WT pada akhir tahun 2025 lalu seharga Rp 30 juta, dimana transaksi dilakukan secara langsung di rumahnya.
Tak hanya terjerat kepemilikan senpi ilegal, ARM kini juga terancam pasal berlapis lantaran diduga kuat terlibat kasus narkoba.
Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra, enggan memberikan keterangan rinci mengenai asal-usul senpi ilegal tersebut karena penyidikan masih dikembangkan.
"Masih didalami. Nanti Kasi Humas yang akan menyampaikan secara resmi, agar tim penyidik di lapangan fokus melacak asal-usul senjata api tersebut sebelum berpindah tangan," ucapnya singkat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali